Argentina Lolos ke Final Lewat 4 Drama, Jalan Mulus Ternyata Bukan Miliknya

Author: Redaksi Android62

Argentina memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah melewati empat laga knockout yang hampir semuanya berjalan penuh tekanan. Di fase gugur, juara dunia itu justru lebih sering bertahan dari situasi sulit ketimbang menang dengan nyaman.

Laga semifinal melawan Inggris menjadi titik penentu terakhir. Argentina sempat tertinggal lebih dulu, lalu dua gol di menit-menit akhir mengantar mereka lolos ke partai puncak.

Semifinal yang menutup rangkaian drama

Situasi melawan Inggris merangkum seluruh perjalanan Argentina di fase knockout. Mereka tidak pernah benar-benar lepas dari tekanan, tetapi tetap menemukan cara untuk menyelesaikan pertandingan saat momen paling genting datang.

Kemenangan itu memastikan tiket final, sekaligus menegaskan pola yang terus berulang sejak babak 32 besar. Argentina lebih sering dipaksa bekerja sampai batas akhir untuk menjaga ambisi mempertahankan gelar.

Babak Lawan Situasi Kunci Hasil
32 besar Cape Verde Dua kali tertinggal, dua kali disamakan, lalu ditentukan gol bunuh diri Edilson Alberto pada menit ke-111 Argentina menang
16 besar Mesir Tertinggal 0-2 hingga menit ke-78 sebelum membalikkan keadaan Argentina menang 3-2
Perempat final Swiss Skor 1-1 bertahan sampai waktu normal habis dan berlanjut ke extra time Argentina menang lewat dua gol di extra time
Semifinal Inggris Tertinggal lebih dulu lalu mencetak dua gol di menit-menit akhir Argentina lolos ke final

Awal fase gugur yang jauh dari meyakinkan

Masalah Argentina mulai terlihat sejak menghadapi Cape Verde di babak 32 besar. Mereka dua kali tertinggal dan dua kali pula mampu menyamakan skor, sebelum gol bunuh diri Edilson Alberto pada menit ke-111 menjadi pembeda.

Itu menjadi sinyal bahwa langkah Argentina di fase knockout tidak akan mudah. Setelah fase grup yang ditutup dengan tiga kemenangan, permainan mereka justru kerap tersendat saat memasuki pertandingan hidup-mati.

Di babak 16 besar, drama kembali muncul ketika menghadapi Mesir. Argentina tertinggal 0-2 hingga menit ke-78 sebelum mencetak gol balasan, menyamakan keadaan, lalu berbalik unggul 3-2.

CNN Indonesia mencatat bahwa laga tersebut juga diwarnai bumbu kontroversial. Namun hasil akhirnya tidak berubah, dan Argentina tetap lolos dengan cara yang menegangkan sampai menit terakhir.

Perempat final yang diputuskan di extra time

Ujian berikutnya datang saat melawan Swiss di perempat final. Pertandingan berakhir imbang 1-1 dalam waktu normal, meski Swiss bermain dengan 10 pemain pada 20 menit terakhir.

Karena tak ada pemenang hingga peluit panjang, duel itu harus diteruskan ke babak tambahan. Argentina kemudian mencetak dua gol di extra time untuk memastikan langkah ke semifinal.

Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan bahwa Argentina tidak selalu tampil dominan. Meski begitu, mereka terus menemukan cara untuk bertahan dalam tekanan dan menjaga peluang mempertahankan status juara dunia.

Dengan final yang sudah menunggu, perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 menjadi cerita tentang ketahanan mental. Lionel Messi dan kawan-kawan sampai ke partai puncak bukan lewat jalan yang tenang, melainkan melalui empat ujian knockout yang nyaris selalu menuntut jawaban di menit akhir.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru