Aroma Kopi Nusantara Menguat di Rijswijk, Diplomasi Indonesia Menyentuh Belanda

Author: Redaksi Android62

Pasar Raya Nusantara 2026 di De Broodfabriek, Rijswijk, menghadirkan wajah diplomasi Indonesia yang bergerak lewat budaya, kuliner, dan pelaku usaha. Acara yang digelar KBRI Den Haag pada 27–28 Juni 2026 itu mempertemukan diaspora Indonesia, warga Belanda, dan komunitas usaha lintas latar belakang dalam satu ruang perjumpaan.

Di antara berbagai stan dan pertunjukan, kopi nusantara menjadi salah satu daya tarik yang paling kuat. Aroma biji kopi yang baru digiling menghadirkan nuansa hangat dan membangun kedekatan emosional bagi pengunjung yang merindukan suasana Indonesia.

Ragam seni dari seluruh Nusantara

Panggung utama di De Broodfabriek diisi 22 penampil yang membawa ragam seni dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Format ini membuat pengunjung tidak hanya menonton pertunjukan, tetapi juga merasakan perjalanan budaya melalui tari dan musik tradisional maupun modern.

Keragaman itu dipresentasikan dalam tema “Together in One Heart” yang menekankan persatuan dalam keberagaman. Dengan pendekatan festival, KBRI Den Haag mengemas diplomasi budaya sebagai pengalaman yang bisa dirasakan langsung oleh publik dari berbagai latar belakang.

UMKM dan kuliner jadi jembatan ekonomi

Pasar Raya Nusantara 2026 juga menempatkan UMKM sebagai wajah ekonomi Indonesia. Sebanyak 38 vendor memamerkan produk unggulan, mulai dari wastra nusantara, kerajinan tangan, hingga produk kecantikan berbahan alami.

Di area kuliner, 18 vendor menyajikan hidangan autentik yang ramai diburu pengunjung. Sate, rendang, dan kopi nusantara menjadi magnet utama yang membuat area tersebut padat sepanjang acara.

Fokus Kegiatan Jumlah Isi Utama
Penampil seni 22 Tari dan musik dari berbagai wilayah Nusantara
Vendor UMKM 38 Wastra, kerajinan tangan, dan produk kecantikan alami
Vendor kuliner 18 Hidangan autentik, termasuk sate, rendang, dan kopi nusantara
Sesi edukatif 7 Talkshow dan workshop interaktif

Kehadiran para pelaku usaha itu tidak berhenti pada transaksi di lokasi. Panggung di Rijswijk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan mitra bisnis di Belanda dan Eropa, terutama untuk produk yang membawa identitas Indonesia yang kuat.

Ruang belajar bagi pengunjung

Selain pertunjukan dan bazar, acara ini menyediakan tujuh sesi talkshow dan workshop interaktif. Program tersebut mempertemukan pelaku industri kreatif, profesional, dan pengunjung yang ingin memahami potensi kuliner, kerajinan, dan investasi di sektor ekonomi kreatif Indonesia.

Model kegiatan ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya dapat berjalan seiring dengan edukasi ekonomi. Pengunjung datang bukan hanya untuk berbelanja atau menonton, tetapi juga untuk mengenal peluang yang bisa tumbuh dari interaksi lintas negara.

Pesan yang ditegaskan KBRI Den Haag

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, L. Amrih Jinangkung, menegaskan pentingnya acara semacam ini untuk memperkuat hubungan bilateral. Ia menilai Pasar Raya Nusantara menjadi sarana untuk mempererat relasi Indonesia dan Belanda melalui kekayaan budaya serta kreativitas Indonesia.

Penyelenggaraan yang rutin membuat Pasar Raya Nusantara berkembang menjadi agenda yang dinanti. Tema “Together in One Heart” memperjelas pesan bahwa keberagaman bukan batas, melainkan kekuatan yang menyatukan diaspora, warga lokal, dan pelaku usaha dalam satu ruang pertemuan.

Dengan perpaduan pertunjukan seni, stan UMKM, kuliner, dan program edukatif, Pasar Raya Nusantara 2026 menampilkan diplomasi budaya Indonesia di Belanda sebagai kerja konkret yang menyentuh seni, ekonomi, dan hubungan antarmasyarakat. Dari panggung hingga aroma kopi, Rijswijk menjadi ruang tempat kehangatan Nusantara hadir jauh dari tanah air.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru