Ledakan kuat di Monako kini menjadi sorotan penyidik setelah otoritas setempat menyebut perangkat peledak itu disembunyikan dalam sebuah paket atau parsel. Pemerintah Monako menegaskan insiden tersebut diperlakukan sebagai serangan teroris dan disebut sebagai kasus pertama semacam itu dalam sejarah negara kota itu.
Dua korban dilaporkan dalam kondisi kritis
Sejauh ini, tiga orang terluka dalam peristiwa itu. Menurut laporan Le Figaro yang mengutip sumber kepolisian, dua korban berada dalam kondisi kritis, sedangkan satu korban lain mengalami luka dan disebut sebagai seorang anak-anak.
| Informasi | Keterangan | Jumlah | Kondisi |
|---|---|---|---|
| Korban terluka | Total korban yang disebut terluka | 3 orang | 2 kritis, 1 luka |
| Korban kritis | Korban dengan kondisi paling berat | 2 orang | Kritis |
| Korban anak-anak | Salah satu korban yang terluka | 1 orang | Luka |
Penyelidikan fokus pada rekaman kamera dan jejak forensik
Rekaman CCTV disebut memperlihatkan seorang pria meninggalkan sebuah ransel di pintu masuk gedung saat orang lain sedang masuk. Rekaman itu kini menjadi petunjuk awal yang penting bagi penyidik.
Jaringan radio franceinfo juga melaporkan bahwa terduga pelaku sempat terekam di Monako lalu terlihat di Komune Beausoleil, Prancis. Aparat kini memeriksa rangkaian video tersebut untuk melacak pergerakan orang yang diduga terkait dengan ledakan.
Tim penyidik turut meneliti kandungan bahan peledak, fragmen ransel, dan sampel DNA yang ditemukan di lokasi. Pemeriksaan itu dilakukan untuk menguatkan identitas pelaku sekaligus memastikan jenis perangkat yang digunakan.
Lokasi ledakan berada dekat Place des Moulins
Pemerintah Monako menyampaikan bahwa ledakan terjadi di kawasan kepangeranan, tidak jauh dari Place des Moulins. Dalam pernyataan resminya, pemerintah juga menyebut bom dipicu dari perangkat peledak yang disamarkan di dalam sebuah paket.
Hingga kini, motif serangan dan pihak yang bertanggung jawab belum diungkap secara terbuka. Fokus utama otoritas masih tertuju pada analisis rekaman, pemeriksaan forensik, dan penelusuran teknis atas perangkat yang digunakan.
Prancis ikut membantu penyelidikan
Otoritas Prancis telah mengirim personel kepolisian dari departemen Alpes-Maritimes untuk membantu penyelidikan. Namun, kantor kejaksaan antiterorisme Prancis belum mengambil alih perkara ini.
Di sisi lain, badan intelijen DGSI terus memantau situasi secara ketat. BFMTV sebelumnya melaporkan, dengan mengutip sumber yang dekat dengan penyelidikan, bahwa konglomerat asal Ukraina Vadim Yermolayev beserta istri dan anaknya diduga menjadi korban luka.
Kepolisian Monako belum mengonfirmasi kewarganegaraan para korban kepada kantor berita RIA Novosti. Dengan begitu, identitas lengkap korban dan sasaran serangan masih menunggu kejelasan dari hasil penyelidikan lanjutan.
