Mikel Arteta akhirnya menambah satu pencapaian besar dalam kariernya bersama Arsenal. Ia dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Premier League musim 2025/2026 setelah mengantar klub London Utara itu mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjadi juara Liga Inggris.
Penghargaan tersebut diterima Arteta dalam ajang League Managers Association Awards di Grosvenor Hotel. Momen itu datang tak lama setelah Arsenal memastikan gelar liga musim ini, sehingga kemenangan pribadi Arteta terasa sejalan dengan keberhasilan timnya.
Musim Arsenal berjalan dengan stabil sejak mengambil alih puncak klasemen pada Oktober lalu. Setelah itu, mereka hanya sekali kehilangan posisi teratas hingga kompetisi berakhir, sebuah gambaran betapa kuatnya kendali mereka atas persaingan gelar.
Konsistensi itu terlihat jelas dari catatan akhir musim. Arsenal menutup Premier League 2025/2026 dengan 27 kemenangan, 7 hasil imbang, dan hanya 4 kekalahan.
Pertahanan mereka juga menjadi salah satu fondasi utama kesuksesan tersebut. Arsenal hanya kebobolan 27 gol dan mencatat clean sheet di separuh pertandingan liga, angka yang menegaskan keseimbangan antara produktivitas menyerang dan disiplin bertahan.
Di tengah persaingan yang ketat, performa Arsenal membuat mereka tampil sebagai tim paling stabil di Inggris. Saat klub-klub pesaing kesulitan menjaga ritme, tim asuhan Arteta justru mampu mempertahankan level permainan dari awal sampai akhir musim.
Penghargaan untuk Arteta juga memperkuat reputasinya sebagai pelatih yang konsisten membangun tim kompetitif. Hingga musim ini, ia sudah mengoleksi delapan gelar Manager of the Month selama menangani Arsenal.
Dalam pemilihan Manajer Terbaik Premier League, Arteta mengungguli nama-nama besar lain seperti Pep Guardiola, Andoni Iraola, Michael Carrick, Keith Andrews, dan Regis Le Bris. Proses penentuan pemenang melibatkan gabungan voting publik dan penilaian panel ahli sepak bola Inggris.
Bagi Arsenal, gelar ini punya arti lebih luas daripada sekadar trofi liga. Itu menjadi penutup puasa juara Premier League selama 22 tahun dan menandai kembalinya mereka ke puncak sepak bola Inggris, sesuatu yang terakhir kali mereka alami pada 2004 di era Arsène Wenger.
Kebangkitan Arsenal musim ini juga diperkuat oleh keberhasilan mereka melaju ke final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir. Hasil domestik dan perjalanan di Eropa itu memberi gambaran bahwa proyek jangka panjang Arteta kini sudah mencapai tahap paling matang.
