Arsenal Mengakhiri Puasa 22 Tahun, Emirates Meledak Oleh Tangis Dan Selebrasi Juara

Arsenal resmi mengakhiri penantian panjang 22 tahun untuk kembali menjadi juara Liga Inggris. Kepastian itu datang bukan dari laga mereka sendiri, melainkan setelah Manchester City ditahan imbang 1-1 oleh AFC Bournemouth.

Kabar tersebut langsung memicu euforia besar di sekitar Emirates Stadium. Ribuan pendukung The Gunners yang sudah menunggu momen ini sejak lama larut dalam perayaan, dengan suasana yang berubah menjadi pesta besar di London utara.

Banyak suporter memang sudah lebih dulu berkumpul di pub Tollington, tidak jauh dari stadion, untuk mengikuti jalannya pertandingan Manchester City bersama-sama. Saat hasil imbang itu dipastikan, sorak-sorai pecah di jalan-jalan sekitar Emirates dan emosi para pendukung meledak dalam bentuk tangis bahagia.

Bagi Arsenal, gelar ini punya makna yang jauh lebih besar daripada sekadar tambahan trofi. Ini adalah penutup penantian panjang sejak musim 2003/04, era “Invincibles”, ketika klub terakhir kali merasakan gelar liga tertinggi di Inggris.

Di bawah arahan Mikel Arteta, Arsenal akhirnya berhasil memutus dominasi Manchester City yang selama ini sulit digoyang. Tekanan terhadap tim juga besar karena mereka sebelumnya tiga musim beruntun finis sebagai runner-up, sehingga keberhasilan kali ini terasa sangat melegakan.

Trofi ini menjadi gelar Premier League pertama Arteta sejak menangani Arsenal pada Desember 2019. Pencapaian itu sekaligus memperkuat posisinya sebagai pelatih yang membawa klub kembali bersaing serius di papan atas.

Bagi Arsenal sendiri, ini adalah gelar liga ke-14 sepanjang sejarah klub. Momen tersebut membuat perayaan para pendukung terasa semakin emosional, karena gelar itu hadir setelah masa tunggu yang sangat panjang.

Perayaan di sekitar stadion menunjukkan betapa besar arti gelar ini bagi para suporter. Banyak dari mereka tidak hanya datang untuk merayakan, tetapi juga untuk menyaksikan langsung momen yang selama bertahun-tahun hanya mereka harapkan.

Arsenal memang sudah memastikan gelar liga, tetapi agenda musim mereka belum sepenuhnya selesai. Klub masih akan menerima trofi secara resmi usai laga terakhir musim ini melawan Crystal Palace di Selhurst Park pada Minggu mendatang.

Masih ada peluang lain yang membuat musim Arsenal belum berakhir begitu saja. Mereka juga akan tampil di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 30 Mei mendatang, sehingga musim ini masih menyimpan target besar di level Eropa.

Euforia juara turut mendapat sambutan dari beberapa sosok penting klub. Declan Rice menulis di media sosial, “Sudah kubilang kepada kalian semua… ini selesai,” yang langsung menambah semangat perayaan para pendukung.

Ucapan lain datang dari Arsène Wenger, sosok terakhir yang membawa Arsenal juara Liga Inggris pada 2004. Ia berkata, “Kalian berhasil melakukannya. Para juara terus melangkah ketika yang lain berhenti. Ini adalah waktumu. Sekarang nikmati setiap momennya.”

Atmosfer di London memperlihatkan bahwa gelar ini bukan hanya soal angka atau catatan sejarah. Arsenal menutup penantian panjang dengan cara yang kembali menempatkan mereka di pusat perhatian sepak bola Inggris.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait