Arsenal kini tidak lagi memegang kendali penuh atas persaingan gelar Liga Inggris setelah Manchester City mengambil alih puncak klasemen. Situasi itu membuat Mikel Arteta menuntut respons paling tegas dari timnya: menyapu bersih lima laga sisa dan tetap berharap City terpeleset di jalan akhir.
Tekanan untuk The Gunners pun berubah drastis. Jika sebelumnya mereka bisa mengatur nasib sendiri, kini setiap hasil pertandingan harus berjalan sempurna agar peluang juara tetap terjaga.
Arteta minta tim berhenti memikirkan penyesalan
Pesan Arteta terdengar singkat, tetapi sangat jelas. Ia tidak ingin Arsenal tenggelam dalam penyesalan setelah posisi teratas lepas dari tangan mereka.
Pelatih asal Spanyol itu meminta skuadnya fokus pada apa yang masih bisa dikendalikan. “Tinggal lima laga. Gas terus, menangi semuanya,” begitu nada tegas yang disampaikan Arteta kepada para pemainnya.
Bagi Arteta, lima pertandingan terakhir bukan lagi ruang untuk menghitung peluang secara teoritis. Arsenal harus masuk ke setiap laga dengan target tunggal, yakni menang.
Posisi klasemen berubah, selisih tetap tipis
Arsenal sempat memimpin klasemen selama 200 hari sebelum akhirnya turun ke peringkat kedua. Pergeseran itu terjadi setelah Manchester City menang tipis 1-0 atas Burnley dan menggeser The Gunners dari posisi paling atas.
Saat ini, kedua tim sama-sama mengoleksi 70 poin. Namun City unggul dalam produktivitas gol karena sudah mencetak 66 gol, sedangkan Arsenal baru mengemas 63 gol.
Perbedaan kecil itu justru membuat situasinya semakin rumit. Arsenal tidak hanya harus menyamai hasil City, tetapi juga membutuhkan tim asuhan Pep Guardiola itu kehilangan poin di salah satu laga tersisa.
Jalan Arsenal kini bergantung pada serangkaian kemenangan
Dengan kondisi seperti ini, laga-laga Arsenal tidak lagi bisa dianggap sebagai pertandingan biasa. Setiap poin yang hilang akan sangat mahal karena nilai kesalahan mereka sudah nyaris nol.
Arteta paham bahwa peluang juara tetap terbuka selama Arsenal terus menang. Namun skenarionya kini lebih berat dibanding saat mereka masih berada di puncak klasemen, karena nasib gelar tidak sepenuhnya berada di tangan mereka.
Arsenal memang masih punya modal untuk percaya diri. Musim ini, mereka pernah mencetak lima kemenangan beruntun sebanyak dua kali, yakni pada periode 28 September hingga 1 November, lalu kembali pada 13 Desember sampai 3 Januari.
Rangkaian itu menunjukkan bahwa konsistensi bukan hal asing bagi tim ini. Arteta tentu berharap kemampuan menjaga ritme seperti itu bisa kembali muncul pada fase paling menentukan.
Modal positif masih ada, meski tekanan membesar
Sebelum menelan dua kekalahan terakhir, Arsenal juga sempat mencatat empat kemenangan beruntun. Dalam periode tersebut, mereka bahkan pernah unggul sembilan poin dan terlihat jauh lebih nyaman di posisi teratas.
Kondisi itu kini sudah berubah. Arsenal harus mengejar kembali momentum sambil menunggu City melakukan kesalahan yang bisa membuka jalan bagi mereka.
Arteta dihadapkan pada tugas menjaga fokus ruang ganti agar tidak goyah oleh perubahan situasi klasemen. Di fase ini, ketenangan mental sama pentingnya dengan efektivitas di lapangan.
Newcastle jadi ujian awal di sisa musim
Laga berikutnya akan menjadi ujian pertama bagi Arsenal dalam lima pertandingan penentu itu. Newcastle United akan datang ke Emirates Stadium pada Sabtu malam WIB.
Partai ini berpotensi menjadi penentu arah perburuan gelar. Jika Arsenal gagal meraih tiga poin, tekanan kepada tim akan meningkat karena sisa pertandingan makin sedikit dan ruang untuk memperbaiki keadaan makin sempit.
Dalam situasi seperti ini, Arsenal dituntut tajam saat menyerang dan disiplin ketika bertahan. Arteta sudah memberi sinyal bahwa yang dibutuhkan timnya sekarang hanyalah kemenangan beruntun sampai kompetisi benar-benar selesai.
