Amerika Serikat sedang menelaah usulan penghentian sementara konflik Iran dan Israel selama 10 hari. Washington juga meminta Israel tidak mengambil langkah yang dapat menutup peluang perundingan.
Pesan kepada Israel menjadi sorotan karena situasi keamanan di kawasan masih belum stabil. Di saat yang sama, militer Israel dilaporkan meningkatkan kesiagaan untuk menghadapi kemungkinan eskalasi dalam beberapa hari mendatang.
Jeda Konflik untuk Membuka Ruang Perundingan
Usulan gencatan senjata Iran-Israel dirancang untuk meredakan ketegangan sekaligus memberi waktu bagi Washington dan Teheran melanjutkan proses diplomasi. Masa 10 hari itu diharapkan dapat membantu menyelamatkan nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati.
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih mempelajari rincian proposal tersebut. Belum ada kepastian mengenai hasil pembahasan maupun peluang penerapan penghentian sementara permusuhan itu.
| Unsur Usulan | Rincian | Tujuan |
|---|---|---|
| Penghentian konflik | Selama 10 hari | Mengurangi ketegangan Iran dan Israel |
| Jalur pelayaran | Pembukaan kembali Selat Hormuz | Memulihkan akses perdagangan energi |
| Perundingan | Waktu bagi Washington dan Teheran | Menjaga kelanjutan diplomasi |
Selat Hormuz Menjadi Bagian Penting
Proposal tersebut tidak hanya memuat penghentian konflik, tetapi juga pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur itu dipandang penting karena menjadi salah satu rute perdagangan energi paling strategis di dunia.
Pembukaan akses pelayaran diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah menurunkan tekanan di kawasan. Namun, belum ada kepastian apakah seluruh unsur dalam proposal itu akan diterima oleh pihak-pihak terkait.
Menurut laporan Axios yang dikutip VIVA pada Senin malam, 20 Juli 2026, usulan itu diajukan oleh Qatar, Mesir, Pakistan, dan sejumlah mediator regional lainnya. Para mediator mendorong langkah tersebut untuk meredakan kondisi keamanan yang terus memanas.
Washington Menjaga Pilihan Diplomasi
Permintaan Washington kepada Israel menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih melihat negosiasi sebagai salah satu jalan keluar dari konflik. Setiap tindakan yang memperbesar ketegangan dinilai dapat membuat pembahasan penghentian sementara permusuhan semakin sulit diwujudkan.
Diplomasi AS-Iran tetap menjadi salah satu tujuan yang ingin dijaga melalui masa jeda konflik. Ruang perundingan itu dinilai penting di tengah belum menentunya situasi keamanan di lapangan.
Di sisi lain, Amerika Serikat tetap menyiapkan berbagai opsi antisipasi jika perundingan tidak menghasilkan kesepakatan. Laporan yang ada tidak memerinci bentuk langkah yang sedang dipersiapkan Washington.
Kesiagaan Militer Berjalan Bersamaan
Militer Israel disebut telah meningkatkan status kesiagaan karena kondisi keamanan belum menunjukkan kepastian. Pasukan Israel dilaporkan bersiap menghadapi kemungkinan perkembangan situasi menuju kampanye militer berskala penuh.
Kondisi ini membuat proses diplomasi dan persiapan menghadapi eskalasi berjalan secara bersamaan. Hasil kajian Amerika Serikat atas proposal para mediator akan menentukan apakah jeda 10 hari dapat menjadi ruang bagi perundingan lanjutan.
Source: www.viva.co.id






