Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan komunikasi hariannya dengan Ayatollah Mojtaba Khamenei tetap berlangsung ketika negaranya menghadapi apa yang ia sebut sebagai perang skala penuh. Ia mengatakan akses kepada pemimpin tertinggi Iran itu justru meningkat dari hari ke hari.
Pernyataan tersebut menempatkan komunikasi pemerintah dengan Mojtaba sebagai salah satu unsur penting dalam respons Iran terhadap konflik yang meluas. Pezeshkian menyebut langkah-langkah pemerintah telah diatur berdasarkan arahan pemimpin tertinggi tersebut.
Menurut Pezeshkian, tekanan yang dihadapi Iran tidak hanya muncul dalam bentuk serangan militer langsung. Konflik juga disebut menyasar perekonomian dan mata pencaharian masyarakat Iran.
Serangan antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan menjangkau sasaran pertahanan, infrastruktur sipil, serta jalur logistik. Kondisi ini memperbesar arti jalur penghubung yang menopang pergerakan militer dan aktivitas ekonomi.
Jembatan Strategis Ikut Menjadi Sasaran
Pasukan Amerika Serikat dilaporkan menggempur pertahanan Iran di Selat Hormuz dan sejumlah infrastruktur sipil. Serangan juga menyasar jembatan yang dinilai penting bagi kegiatan militer maupun ekonomi Iran.
Salah satu serangan di Provinsi Hormozgan dilaporkan menghancurkan enam jembatan strategis. Salah satu jalur yang terdampak menghubungkan rute Bandar Abbas dengan Lar dan Rudan.
Kerusakan itu menunjukkan bahwa konflik Iran-AS telah merambah jaringan distribusi dan mobilitas di wilayah terdampak. Jalur logistik menjadi penting karena berperan dalam menopang pergerakan barang serta kegiatan di tengah tekanan perang.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan serangan ke pangkalan Amerika Serikat di sejumlah negara Arab. Iran juga dilaporkan menggempur armada Amerika Serikat di Laut Arab atau Teluk Oman.
Pernyataan di Tengah Isu Kondisi Mojtaba
Pezeshkian menyampaikan pernyataannya dalam pidato pada peringatan Hari Industri dan Pertambangan Nasional, Selasa (21/7). Al Jazeera, sebagaimana dikutip CNN Indonesia, melaporkan bahwa ia menegaskan komunikasi dengan Mojtaba tetap berjalan.
"Kini, berkat komunikasi yang lebih intens dan akses yang lebih luas kepada pemimpin kita tercinta, seluruh langkah sudah diatur berdasarkan arahan beliau," kata Pezeshkian. Ia juga menyatakan rakyat Iran membutuhkan dukungan Mojtaba untuk terus bergerak dalam situasi penuh tekanan.
Keberadaan Mojtaba menjadi perhatian karena ia belum pernah tampil di hadapan publik sejak menjadi pemimpin tertinggi. Pernyataan yang dikaitkan dengannya selama ini disampaikan melalui tulisan di media sosial atau dibacakan presenter televisi pemerintah Iran.
Sejumlah pejabat Iran juga membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meyakini Mojtaba telah tewas dengan kemungkinan 90 persen. Dalam situasi tersebut, penegasan Masoud Pezeshkian mengenai komunikasi harian menjadi respons atas isu kondisi Mojtaba Khamenei sekaligus penanda arah kepemimpinan Iran saat konflik berlanjut.
Source: www.cnnindonesia.com






