Singapura Mendesak Akses Langsung ke Suu Kyi, ASEAN Minta Verifikasi dari Myanmar

Author: Redaksi Android62

ASEAN kembali mendesak agar utusan khusus ketua blok itu diberi kesempatan bertemu langsung dengan Aung San Suu Kyi. Dorongan tersebut muncul karena keterangan dari Myanmar soal kondisi mantan pemimpin itu masih belum dianggap cukup untuk menjawab berbagai pertanyaan di kawasan.

Menlu Thailand Sihasak Phuangketkeow menyebut Menlu Myanmar Tin Maung Swe menerima sejumlah pertanyaan terkait kondisi Suu Kyi dalam pertemuan informal di Bangkok. Ia menekankan pentingnya verifikasi langsung agar penjelasan dari pihak Myanmar tidak berhenti pada keterangan lisan semata.

ASEAN Ingin Kepastian Atas Kondisi Suu Kyi

Menurut Menlu Filipina Maria Theresa Lazaro, yang juga merangkap utusan khusus ketua ASEAN untuk Myanmar, Menlu Myanmar mengatakan Aung San Suu Kyi dalam kondisi sehat dan akan dirawat dengan baik. Lazaro mengutip pernyataan itu setelah pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Bangkok pada Minggu (12/7).

Lazaro mengatakan, “Seingat saya, Menlu Myanmar mengatakan Aung San Suu Kyi dalam kondisi sehat. Ia juga mengatakan bahwa Aung San Suu Kyi mereka anggap sebagai bagian dari keluarga, seperti seorang saudara perempuan, sehingga akan dijaga dengan baik.”

Namun, status dan keberadaan Suu Kyi tetap menjadi perhatian utama. Hingga kini, lokasi keberadaannya tidak diketahui secara pasti, meski sebelumnya Lazaro menyebut ia telah dipindahkan ke lokasi yang telah ditentukan tanpa memberi rincian lebih lanjut.

Tekanan Baru atas Konsensus Lima Poin

Pertemuan informal di Bangkok itu dihadiri para menteri luar negeri dari 11 negara anggota ASEAN. Forum ini menjadi pertemuan pertama sejak kudeta militer 2021 dan digelar untuk menghidupkan kembali prakarsa damai yang sudah berjalan lima tahun, meski belum mampu mengakhiri perang saudara di Myanmar.

Singapura menjadi salah satu negara yang paling tegas menyoroti lambatnya kemajuan pelaksanaan Five-Point Consensus atau Konsensus Lima Poin. Dalam pernyataan setelah pertemuan, Kementerian Luar Negeri Singapura menegaskan bahwa Myanmar tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ASEAN dan diharapkan dapat menjadi damai, stabil, serta sejahtera.

Vivian Balakrishnan, Menlu Singapura yang hadir dalam pertemuan itu, juga menyampaikan di Facebook bahwa pembicaraan berlangsung terbuka dan konstruktif. Ia menegaskan kembali bahwa konsensus tersebut tetap berlaku dan tetap relevan.

Menurut Singapura, para menlu ASEAN menginginkan kemajuan nyata dalam tiga bidang. Tiga bidang itu ialah penghentian kekerasan secara permanen, terutama terhadap warga sipil, pembebasan seluruh tahanan politik termasuk Aung San Suu Kyi, serta penyaluran bantuan kemanusiaan ke seluruh wilayah Myanmar yang membutuhkan.

Isu Utama Posisi ASEAN Keterangan
Keberadaan Aung San Suu Kyi Ingin verifikasi langsung Utusan khusus ketua ASEAN diminta diberi akses bertemu Suu Kyi
Konflik Myanmar Butuh kemajuan nyata Fokus pada penghentian kekerasan dan dialog yang konstruktif
Tahanan politik dan bantuan Diminta dibuka Mencakup pembebasan tahanan politik dan distribusi bantuan kemanusiaan

Konflik di Myanmar diperkirakan telah menewaskan 100.000 orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi. Para pemimpin Myanmar juga dilarang menghadiri pertemuan tingkat tinggi ASEAN sejak militer merebut kekuasaan karena gagal menjalankan Konsensus Lima Poin yang telah disepakati bersama blok tersebut.

Sejak April, Myanmar dipimpin oleh pemerintahan sipil secara nominal setelah pemilu digelar pada awal tahun ini. Mantan panglima militer Min Aung Hlaing kini menjabat sebagai presiden dan berupaya menormalisasi hubungan Myanmar dengan ASEAN.

Dalam pertemuan itu, para menlu ASEAN kembali menegaskan dukungan penuh agar utusan khusus ketua ASEAN untuk Myanmar diizinkan menemui seluruh pihak terkait. Kementerian Luar Negeri Singapura menyebut Vivian juga mengadakan pertemuan terpisah dengan Menlu Myanmar dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian dari upaya Singapura menjelang perannya sebagai ketua ASEAN berikutnya.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru