Iran Ancam Balasan ke Negara Pendukung Serangan AS, Teluk Persia Makin Panas

Author: Redaksi Android62

Iran memperingatkan bahwa negara mana pun yang mengizinkan wilayah atau fasilitasnya dipakai untuk menyerang Teheran dapat dianggap ikut dalam agresi. Ancaman itu menandai naiknya ketegangan setelah gelombang serangan militer Amerika Serikat kembali menghantam sejumlah wilayah Iran.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa wilayah atau fasilitas negara yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran dapat dipandang sebagai asal mula agresi. Teheran menyatakan aset semacam itu bisa menjadi target sah dalam operasi pertahanan angkatan bersenjatanya.

Teheran Menuding Washington Langgar Hukum Internasional

Iran menilai operasi militer Amerika Serikat itu bukan sekadar aksi bersenjata, melainkan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai agresi yang mengancam stabilitas kawasan dan bertentangan dengan hukum internasional.

Teheran juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meminta pertanggungjawaban Washington. Kementerian Luar Negeri Iran mengkritik Sekretariat PBB karena dinilai belum memberikan respons yang memadai atas serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Iran meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah tegas. Menurut Teheran, operasi militer itu jelas melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.

Korban Jatuh di Khuzestan

Serangan udara AS juga menelan korban jiwa di Iran selatan. Seorang petugas keamanan tewas dan empat orang lainnya terluka setelah sebuah stasiun pompa air pertanian di Mahshahr, Provinsi Khuzestan, dihantam pada Senin pagi, 13 Juli 2026.

Wakil Gubernur Khuzestan, Valiollah Hayati, mengatakan korban tewas berada di lokasi saat serangan terjadi. Empat korban lain masih menjalani perawatan medis, meski tingkat keparahan luka mereka tidak dijelaskan.

Lokasi Peristiwa Dampak
Mahshahr, Khuzestan Stasiun pompa air pertanian dihantam serangan udara 1 petugas keamanan tewas, 4 orang terluka
Bandar Abbas, Sirik, Pulau Qeshm, Jask, Bushehr, Kangan Serangan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah selatan Iran Rangkaian serangan udara AS

Menurut Mehr News Agency, serangan di Khuzestan merupakan bagian dari gelombang operasi udara terbaru AS di berbagai wilayah Iran selatan. Selain Mahshahr, serangan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, Sirik, Pulau Qeshm, Jask, Bushehr, dan Kangan.

Centcom Klaim Targetkan Kapabilitas Iran

Komando Pusat Amerika Serikat atau Centcom mengatakan operasi itu bertujuan semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal dagang di Selat Hormuz. Pada Sabtu, 11 Juli 2026 waktu setempat, militer AS menyebut telah menyerang sekitar 140 target militer Iran.

Target tersebut dihantam dengan amunisi presisi dari pesawat tempur, drone, dan kapal perang yang beroperasi di darat maupun laut. Sasaran yang disebut mencakup lokasi peluncuran rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, hingga lokasi pengawasan pantai.

Centcom kemudian menyatakan bahwa selama tiga hari operasi militer dalam sepekan terakhir, pasukan Amerika Serikat telah menghantam lebih dari 300 target di berbagai wilayah Iran. Rangkaian serangan itu memperlihatkan eskalasi yang semakin tajam antara kedua negara di kawasan Teluk Persia.

Pembicaraan Muscat dan Kekhawatiran yang Meluas

Di tengah situasi yang memanas, Iran membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump soal hasil pembicaraan yang sebelumnya berlangsung di Muscat, Oman. Teheran menyebut klaim tersebut sebagai kebohongan total dan menegaskan bahwa pembahasan saat itu hanya menyangkut pengaturan pengelolaan Selat Hormuz serta keamanan jalur pelayaran internasional.

Gelombang serangan dan saling tuding ini memicu keprihatinan baru di tingkat internasional. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan kekhawatiran mendalam atas konfrontasi militer tersebut dan memperingatkan bahwa eskalasi yang terus berlanjut dapat berdampak serius pada keamanan Timur Tengah serta stabilitas global.

Dengan ancaman balasan terhadap negara yang membantu serangan AS, konflik Iran dan Amerika Serikat kini tidak hanya berputar pada target militer. Ketegangan itu juga merambat ke jalur pelayaran, ruang diplomatik, dan kalkulasi keamanan di seluruh kawasan.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru