MitMe Fest 2026 menempatkan UMKM dalam satu rangkaian dukungan yang tidak berhenti pada pameran produk. Festival ini menyediakan asesmen level UMKM, konsultasi bisnis, sertifikasi halal gratis, hingga workshop kreatif yang dibuka untuk pengunjung, sehingga pelaku usaha bisa mendapat ruang belajar sekaligus pendampingan yang lebih praktis.
Di tengah perubahan perilaku pasar digital, format seperti ini dinilai penting karena UMKM kerap membutuhkan arahan yang lebih jelas untuk membaca posisi usahanya. MitMe.id menghadirkan MitMe Fest 2026 sebagai upaya pemberdayaan yang menghubungkan pelaku usaha, konsumen, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Penguatan usaha menjadi titik utama
Penanggung Jawab MitMeFest 2026 sekaligus General Manager PT Kreasi Pena Indonesia, Vanie Elsis Mariana, menegaskan bahwa festival ini dirancang untuk menghadirkan solusi nyata bagi pelaku UMKM. Ia menyebut ajang tersebut diarahkan agar usaha kecil dapat berkembang, beradaptasi dengan era digital, dan mengejar pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pendekatan yang dibawa tidak berdiri pada satu aspek saja. Festival ini memadukan penguatan model usaha, pembacaan posisi bisnis, dan perluasan jejaring agar pelaku UMKM tidak bergerak sendiri saat menghadapi perubahan pasar yang semakin cepat.
Asesmen dan konsultasi langsung untuk pelaku usaha
Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah asesmen level UMKM. Fasilitas ini membantu pelaku usaha mengenali kondisi bisnis saat ini, lalu menyusun langkah yang lebih tepat untuk scale up dan ekspansi pasar.
Selain itu, peserta juga memperoleh konsultasi bisnis eksklusif bersama Founder MitMe. Sesi tatap muka ini diarahkan untuk membahas tantangan yang umum dihadapi UMKM, termasuk strategi pemasaran, efisiensi operasional, dan perencanaan pertumbuhan jangka panjang.
Mitra lintas sektor ikut memperkuat ekosistem
MitMe Fest 2026 juga melibatkan 23 UMKM pilihan binaan dari mitra strategis lintas sektor. Nama-nama seperti BNI, Bank Mandiri, Jamkrindo, InJourney Airports, JNE, dan Waringin Hospitality disebut ikut mendukung pertumbuhan UMKM, khususnya dari sisi pembiayaan dan distribusi.
Keterlibatan para mitra ini menegaskan bahwa penguatan UMKM memerlukan dukungan yang lebih luas daripada sekadar penjualan produk. Dengan jalur dukungan yang lebih lengkap, pelaku usaha diharapkan memiliki peluang yang lebih jelas untuk memperluas pasar dan menjaga kesinambungan bisnis.
Sertifikasi halal dan akses pasar yang lebih luas
Festival ini juga memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi UMKM. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas jangkauan pasar, baik di dalam negeri maupun ke pasar global.
Fasilitas seperti ini dinilai penting karena banyak pelaku usaha membutuhkan dukungan yang langsung menyentuh kebutuhan operasional. Saat aspek legalitas dan standar kualitas terpenuhi, peluang produk untuk diterima konsumen juga ikut meningkat.
Ruang belajar kreatif untuk pengunjung
Selain program pendampingan bisnis, MitMe Fest 2026 menghadirkan workshop interaktif yang bisa diikuti seluruh pengunjung secara gratis. Konsep ini dibuat inklusif dan tetap selaras dengan semangat karya lokal yang diusung festival.
Salah satu sesi yang disorot adalah workshop Merangkai Bunga. Aktivitas ini dirancang untuk melatih kepekaan estetika dan keterampilan tangan peserta, yang dapat menjadi modal dalam mengembangkan usaha berbasis kreativitas.
Festival sebagai ruang kolaborasi yang lebih luas
Dengan tema “Cerita Lokal, Karya Nusantara”, festival ini dijadwalkan berlangsung pada 24–26 April 2026 di Melting Pop, M Bloc Space, Jakarta. Tema tersebut mempertegas posisi MitMe Fest 2026 sebagai ruang pertemuan berbagai pihak yang terlibat dalam penguatan UMKM.
MitMe juga menyebut pelaksanaan festival ini didukung jaringan media nasional dan regional. Dukungan tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan publikasi agar pesan pemberdayaan UMKM dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara nasional.
Source: mediaindonesia.com






