Assist Ke-18 Federico Dimarco Ukir Sejarah, Inter Tertahan Torino Saat Scudetto Tinggal Dekat

Author: Redaksi Android62

Federico Dimarco menorehkan rekor assist baru di Serie A setelah mencapai 18 assist dalam satu musim bersama Inter Milan. Angka itu lahir di laga melawan Torino yang berakhir 2-2, hasil yang memang belum cukup untuk memastikan scudetto, tetapi tetap menggarisbawahi betapa besar peran bek kiri asal Italia itu dalam perjalanan Inter musim ini.

Catatan Dimarco melewati rekor assist terbanyak sebelumnya di Serie A, yaitu 16 assist milik Papu Gomez bersama Atalanta pada musim 2019-2020. Dengan capaian tersebut, Dimarco tidak hanya tampil sebagai pelayan serangan dari sisi kiri, tetapi juga masuk ke dalam daftar pemain paling produktif di liga.

Dimarco jadi pusat kreativitas Inter

Pengaruh Dimarco terlihat jelas saat Inter menghadapi Torino. Umpan matangnya pada menit ke-23 membuka jalan bagi Marcus Thuram untuk mencetak gol pembuka, sebelum kontribusi berikutnya datang dari sepak pojok yang mengarah ke gol Yann Bisseck pada menit ke-61.

Dua kontribusi itu mengangkat total assist Dimarco menjadi 18 dan menempatkannya di puncak daftar assist Serie A dalam satu musim. Perannya menunjukkan bahwa Inter tidak hanya bergantung pada serangan dari lini depan, tetapi juga sangat terbantu oleh akurasi bola-bola yang datang dari sisi lapangan.

Bukan sekadar bek kiri biasa

Dimarco selama ini dikenal kuat dalam membantu pertahanan, namun kontribusinya musim ini memperlihatkan sisi lain yang sama pentingnya. Ia efektif saat Inter menyerang, terutama dalam situasi bola mati dan momen serangan terbuka yang menuntut ketepatan tinggi.

Menurut laporan Eurosport, Dimarco juga mencatat enam gol dari 32 pertandingan musim ini. Tambahan itu membuat perannya semakin lengkap karena ia tidak hanya memberi umpan, tetapi juga ikut menyumbang gol untuk tim.

Media Italia bahkan menempatkannya sebagai kandidat kuat pemain terbaik atau pemain paling berharga di liga. Penilaian itu lahir dari konsistensinya dalam memberi dampak langsung di banyak pertandingan, khususnya ketika Inter membutuhkan solusi dari sisi kiri.

Thuram ikut mencuri perhatian

Marcus Thuram juga menjadi sorotan dalam laga tersebut setelah mencetak gol pembuka ke gawang Torino. Selepas gol itu, ia merayakannya dengan gerakan membersihkan sepatu Dimarco, sebuah gestur yang menegaskan apresiasinya terhadap kualitas umpan yang ia terima.

Thuram kini mengoleksi 12 gol di liga dan 17 gol di semua kompetisi musim ini. Gazzetta mencatat bahwa produktivitasnya melonjak tajam sepanjang April, terutama saat ia memikul tanggung jawab lebih besar di tengah absennya Lautaro Martinez, dengan lima gol dalam empat pertandingan terakhir.

Kombinasi Dimarco dan Thuram membuat Inter tetap punya daya gedor yang konsisten di fase akhir musim. Satu pemain memberi sokongan dari belakang, sementara yang lain menjawabnya dengan penyelesaian yang efektif di depan gawang.

Scudetto masih sangat dekat

Hasil imbang melawan Torino memang menunda pesta gelar bagi Inter. Meski begitu, posisi mereka dalam persaingan scudetto tetap sangat kuat karena tim asuhan mereka hanya membutuhkan kemenangan atas Parma pada laga berikutnya untuk memastikan trofi secara matematis.

Situasi itu membuat setiap kontribusi Dimarco terasa semakin penting. Dalam fase penentu seperti ini, assist, bola mati, dan keputusan yang akurat bisa menjadi pembeda antara penantian dan perayaan.

Data dari Diretta juga menempatkan Dimarco di antara pemain paling produktif di lima liga top Eropa. Koleksi 18 assist miliknya disebut hanya terpaut tipis dari Bruno Fernandes dan Michael Olise, yang sama-sama juga mencatat 18 assist musim ini.

Fakta tersebut menegaskan bahwa Dimarco bukan hanya salah satu pilar Inter, tetapi juga berada di level tertinggi dalam urusan menciptakan peluang. Dengan laga-laga penentu yang masih tersisa, peran bek kiri asal Italia itu tetap menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan bagi langkah Inter menuju scudetto.

Berita Terbaru