Aurora Store dan Obtanium, Dua Cara Memasang Aplikasi Android Tanpa Tergantung Play Store

Author: Redaksi Android62

Android memberi banyak jalur distribusi aplikasi di luar Play Store, dan sebagian di antaranya justru menawarkan kontrol yang lebih besar bagi pengguna. Dari empat nama yang paling menonjol, Aurora Store dan Obtanium menjadi dua opsi yang paling menarik karena sama-sama membantu pengguna memasang serta memperbarui aplikasi dengan cara yang lebih leluasa.

Keduanya tidak bekerja dengan pendekatan yang sama. Aurora Store tampil seperti toko aplikasi biasa, sementara Obtanium bergerak langsung ke sumber asal aplikasi agar pembaruan tidak harus menunggu jalur distribusi pusat.

Aurora Store terasa familiar, tetapi lebih terbuka

Aurora Store menjadi pilihan yang mudah dipahami karena antarmukanya mirip Google Play Store. Perbedaannya, toko ini bisa dipakai tanpa akun Google, bersifat open-source, dan tetap anonim saat digunakan.

Di dalamnya, semua aplikasi gratis yang ada di Google Play Store juga tersedia. Pengguna bisa memasang aplikasi dengan satu ketukan, lalu menerima pembaruan otomatis tanpa perlu langkah tambahan yang rumit.

Halaman aplikasi di Aurora Store juga cukup lengkap. Informasi yang tampil mencakup changelog, tangkapan layar, rating, ulasan dari Play Store, serta kontak pengembang.

Ada pula detail tambahan yang tidak selalu terlihat di Play Store. Aurora Store memberi notifikasi jika aplikasi memuat tracker dan memberi tahu apakah aplikasi bisa berjalan tanpa Google Play Services.

Salah satu fitur yang paling berguna adalah tombol Manual Download. Lewat fitur ini, pengguna bisa memilih versi tertentu dari aplikasi hanya dengan satu ketukan, termasuk saat ingin menurunkan versi tanpa kehilangan data.

Aurora Store juga tidak hanya berguna untuk instalasi baru. Toko ini bisa memindai aplikasi yang sudah terpasang, menampilkan pembaruan yang tersedia, dan memungkinkan pengguna memasukkan aplikasi tertentu ke block list agar tidak ikut diperbarui.

Obtanium mengambil jalur yang lebih langsung

Berbeda dari toko aplikasi pada umumnya, Obtanium tidak bergantung pada repositori pusat. Aplikasi ini menambahkan aplikasi langsung dari sumber asalnya agar bisa diinstal dan diperbarui otomatis.

Pendekatan ini sangat membantu untuk aplikasi yang diunduh dari situs web dan tidak tersedia di tempat lain. Tanpa alat seperti Obtanium, pengguna biasanya harus mengunduh paket baru secara manual setiap kali ada versi baru.

Obtanium memeriksa sumber aplikasi secara berkala. Saat ada pembaruan, aplikasi akan memberi notifikasi, lalu pengguna bisa langsung mengunduh dan memasangnya dengan satu ketukan.

Fungsi otomatisasinya juga tidak berhenti di situ. Obtanium bisa disetel agar memperbarui aplikasi secara otomatis tanpa campur tangan pengguna.

Dukungan sumber yang tersedia cukup luas. Aplikasi ini mendukung sekitar selusin sumber aplikasi dan URL situs web, termasuk GitLab, GitHub, dan F-Droid.

Pilihan lain yang ikut memperluas ekosistem

Selain dua nama itu, ada juga GitHub Store dan Neo Store yang ikut memperlihatkan bahwa Android tidak bergantung pada satu jalur distribusi saja. GitHub Store memindai repositori GitHub untuk rilis perangkat lunak open-source dan menampilkannya dalam antarmuka yang rapi, lalu di Android pengguna bisa memfilter aplikasi berdasarkan kategori “Android” dan memasangnya dengan satu klik.

GitHub Store juga terintegrasi langsung dengan Obtanium. Ini membuat pengguna yang suka menjelajahi aplikasi FOSS yang jarang dikenal punya jalan cepat untuk menemukan rilis yang sering masih tersebar di repositori pengembang.

Neo Store bergerak paling dekat dengan F-Droid, tetapi menawarkan tampilan yang lebih menarik dan repositori yang lebih kaya. Selain repositori resmi F-Droid, aplikasi ini juga memuat IzzyOnDroid secara bawaan, sementara Guardian Project repo aktif secara default.

IzzyOnDroid menarik karena berisi aplikasi proprietary yang biasanya tidak ditemukan di toko FOSS biasa. Di sisi lain, Neo Store juga menyediakan banyak repositori FOSS lain yang bisa diaktifkan manual sesuai kebutuhan.

Neo Store juga mendukung pembaruan otomatis untuk aplikasi yang sudah terpasang selama aplikasi itu ada di repositori yang aktif. Pengguna bahkan bisa mengecualikan aplikasi tertentu lewat toggle “Ignore all new versions”.

Pada akhirnya, empat toko dan alat ini menunjukkan bahwa pengguna Android punya pilihan yang jauh lebih luas di luar Play Store. Bagi mereka yang mengejar privasi, pembaruan cepat, atau akses ke aplikasi yang tidak muncul di toko resmi, Aurora Store dan Obtanium menjadi dua opsi yang sangat relevan.

Berita Terbaru