Lonjakan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 langsung menarik perhatian karena laju 5,61 persen secara tahunan muncul di atas perkiraan pasar. Badan Pusat Statistik mencatat angka itu sebagai pertumbuhan tertinggi sejak kuartal III-2022, sekaligus menandai awal tahun yang lebih kuat dari dugaan banyak ekonom.
Capaian tersebut juga melampaui proyeksi konsensus 32 ekonom dalam survei Bloomberg yang sebelumnya memperkirakan perlambatan ke 5,3 persen. Dari sisi ukuran ekonomi, Produk Domestik Bruto tercatat mencapai Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp3.447 triliun atas dasar harga konstan.
Dorongan dari aktivitas domestik
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut kinerja awal tahun ini ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Menurut dia, penguatan tersebut membuat pertumbuhan kuartal I-2026 menjadi yang paling tinggi dibandingkan kuartal pertama pada tahun-tahun sebelumnya.
Amalia juga menegaskan bahwa capaian 5,61 persen itu berada di atas pencapaian kuartal III-2022 yang sempat tumbuh 5,73 persen secara tahunan. Ia menilai kuartal pertama tahun ini tetap menonjol karena posisinya paling tinggi dibandingkan triwulan satu pada periode sebelumnya.
Masih ada tekanan secara kuartalan
Di balik kinerja tahunan yang kuat, ekonomi Indonesia masih mencatat kontraksi 0,77 persen secara kuartalan dibandingkan kuartal IV-2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa laju ekonomi pada awal tahun masih lebih rendah daripada akhir tahun lalu.
Perbedaan antara pertumbuhan tahunan dan kontraksi kuartalan itu memperlihatkan besarnya pengaruh basis pembanding terhadap hasil awal tahun. Meski begitu, BPS menilai performa kuartal I-2026 tetap mencerminkan penguatan aktivitas di dalam negeri.
Kinerja awal tahun paling kuat dalam empat tahun terakhir
Jika dilihat dari deretan kuartal pertama sebelumnya, capaian 2026 memang menonjol. Pada kuartal I-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 4,87 persen, lalu naik menjadi 5,11 persen pada kuartal I-2024.
Sebelumnya, kuartal I-2023 tumbuh 5,04 persen dan kuartal I-2022 berada di 5,02 persen. Rangkaian data itu menempatkan kuartal I-2026 sebagai kinerja awal tahun terkuat dalam empat tahun terakhir untuk periode yang sama.
Sinyal awal tahun bagi arah ekonomi
Amalia menyebut lonjakan besar di masa lalu pernah terjadi saat pemulihan pascapandemi, ketika basis pembanding masih rendah. Namun untuk triwulan pertama, kuartal I-2026 tetap menjadi capaian yang paling tinggi dibandingkan kuartal pertama pada tahun-tahun sebelumnya.
Dengan realisasi yang melewati proyeksi pasar, data kuartal I-2026 memberi sinyal bahwa ekonomi Indonesia memulai tahun dengan momentum yang cukup kuat. Perhatian berikutnya akan tertuju pada apakah dorongan domestik ini mampu menjaga laju pertumbuhan pada kuartal-kuartal selanjutnya.







