Kulit Sedang Meradang? Menumpuk Bahan Aktif Bisa Memperparah Masalah saat Stres

Author: Redaksi Android62

Ketika stres memicu jerawat parah atau membuat skin barrier melemah, memakai banyak produk sekaligus bukan selalu jalan keluar. Penumpukan bahan aktif justru berpotensi mengganggu lapisan pelindung kulit dan memperparah peradangan.

Brand Ambassador Lightplus Xaviera Putri menyoroti respons impulsif yang kerap muncul saat seseorang kewalahan melihat kondisi kulitnya. Keinginan untuk mencoba semua produk dalam waktu bersamaan dapat membuat perawatan menjadi tidak terarah.

“Gen Z itu karena sering overwhelmed, ketika punya permasalahan kulit kadang jadinya malah mau pakai semuanya,” ungkap Xaviera. Menurutnya, pendekatan yang lebih banyak tidak sepenuhnya menjadi pilihan yang tepat bagi kulit yang sedang bermasalah.

Perawatan pada kulit sensitif perlu kembali pada kandungan yang lembut dan benar-benar dibutuhkan. Penggunaan produk secukupnya dapat menjadi pendekatan yang lebih hati-hati ketika kulit meradang akibat stres.

Rutinitas sederhana sebagai ruang jeda

Selain memengaruhi kulit, stres dapat membuat pikiran terus bergerak tanpa memberi ruang untuk berhenti. Rutinitas skincare yang sederhana dapat dipakai sebagai jeda singkat untuk kembali memperhatikan kondisi diri.

Mental Health Counselor Sasya Sava menilai perawatan kulit dapat menjadi pilihan saat waktu terasa terbatas. “Saking stresnya, apa yang bisa dia lakukan di waktu yang sempit, yakni merawat kulit sebagai momen untuk ‘berhenti’,” ujar Sasya.

Manfaat tersebut tidak bergantung pada banyaknya tahapan atau produk yang digunakan. Perawatan dasar yang dilakukan konsisten dapat memberi waktu rehat mental, terutama bagi orang yang sulit menemukan jeda di tengah aktivitas harian.

Kesadaran penuh menjadi bagian penting dalam rutinitas ini. Perhatian dapat diarahkan pada gerakan tangan, tekstur pembersih atau pelembap, napas, serta keadaan diri pada saat melakukan perawatan.

Mengalihkan perhatian dari layar dan pikiran negatif

Terlalu lama menggulir layar gawai dapat membuat seseorang merasa jauh dari keadaan di sekitarnya. Sensasi sederhana saat menyentuh produk perawatan wajah dapat membantu perhatian kembali pada hal yang nyata di sekitar.

Sasya mengatakan kesadaran terhadap apa yang disentuh dan dirasakan dapat membuat seseorang lebih hadir. “Kita lebih merasa kalau kita hidup,” ujarnya mengenai pentingnya menyadari kembali keadaan sekitar.

Rutinitas Mindful Skincare dapat dimulai dari kebutuhan dasar, seperti double cleansing, pelembap, dan tabir surya. Saat memiliki waktu jeda, seseorang dapat berhenti sejenak, mendengarkan napas, lalu memperhatikan suasana di sekelilingnya.

Kegiatan ini juga dapat dilakukan sambil bercermin sebagai praktik kesadaran diri. Sasya menyebutnya mirroring therapy, yakni melihat diri di kaca dan memperhatikan kondisi diri secara lebih utuh.

Bercermin dalam konteks ini bukan untuk menguatkan penilaian terhadap kekurangan diri. Praktik tersebut dapat dipadukan dengan afirmasi positif agar pikiran tidak terus terseret pada pembicaraan negatif tentang diri sendiri.

Menurut Sasya, afirmasi dapat membantu mengarahkan ulang cara seseorang memandang dirinya. Praktik ini disebut dapat mendukung harga diri dan kesadaran dalam melihat kondisi diri, tanpa menjadikan skincare sebagai tuntutan untuk mencapai hasil instan.

Berita Terbaru