BAIC T5 menonjol berkat jarak tempuh hingga 660 km menurut standar CLTC, sebuah angka yang langsung menempatkannya sebagai salah satu SUV listrik yang paling menjanjikan di segmen menengah. Dengan modal baterai besar, model ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan mobil keluarga dengan daya jelajah panjang.
Kehadirannya juga menarik karena BAIC Indonesia tengah menggeser fokus produk ke model yang lebih relevan untuk pasar domestik. Jika sebelumnya BAIC X1 sempat disiapkan sebagai salah satu andalan penjualan, posisi itu kini diproyeksikan digantikan oleh BAIC T5.
Kabin lebih lega untuk kebutuhan keluarga
Menurut COO BAIC Indonesia, Dhani Yahya, panjang BAIC T5 sekitar 4,7 meter. Dimensi itu membuatnya berada di atas SUV listrik compact dan memberi keuntungan pada kelapangan ruang kabin.
Di pasar Indonesia, faktor ruang sering menjadi pertimbangan penting sebelum membeli SUV. Penumpang baris kedua dan kapasitas bagasi biasanya menjadi tolok ukur utama untuk menilai apakah mobil cukup praktis untuk rutinitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Model yang diduga menjadi basis BAIC T5 adalah Arcfox Alpha T5 yang sudah dipasarkan di China. Versi ini memiliki panjang 4.690 mm, lebar 1.936 mm, tinggi 1.650 mm, serta wheelbase 2.845 mm.
Jarak sumbu roda yang hampir 2,85 meter menjadi salah satu nilai jual penting. Konfigurasi seperti ini biasanya memberi ruang kaki lebih lega di baris kedua, sesuatu yang kerap dicari pada SUV listrik untuk keluarga.
Performa dan baterai yang sama-sama menonjol
Seluruh varian BAIC T5 menggunakan penggerak Front Wheel Drive atau FWD. Untuk varian 520 AIR, 520 PRO, dan 520 MAX, tenaganya mencapai 185 kW atau sekitar 248 hp dengan torsi 360 Nm.
Akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya sekitar 7,5 detik. Angka tersebut memberi gambaran bahwa SUV ini tidak hanya mengejar kenyamanan, tetapi juga tetap menawarkan respons yang cukup cepat untuk penggunaan di jalan perkotaan.
Untuk varian 520, BAIC T5 dibekali baterai LFP CATL berkapasitas 65 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 520 km menurut CLTC. Sementara itu, varian tertinggi 660 MAX memakai baterai 79,2 kWh berbasis lithium ternary dengan tenaga 200 kW dan jarak tempuh hingga 660 km CLTC.
Meski hasil CLTC biasanya lebih optimistis dibanding pemakaian nyata, kapasitas baterai yang besar tetap memberi rasa aman. Pengguna yang kerap bepergian antarkota berpotensi lebih jarang mengisi daya, sehingga mobil lebih praktis dipakai dalam rutinitas padat.
Strategi baru BAIC untuk pasar Indonesia
BAIC Indonesia disebut sudah menyesuaikan strategi produknya agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dalam peta baru itu, BAIC T5 diposisikan sebagai model yang lebih besar dan lebih relevan untuk keluarga dibanding SUV listrik ringkas.
Di China, model ini juga ditawarkan dengan empat pilihan warna eksterior. Kombinasi dimensi besar dan opsi warna tersebut membuat tampilannya terasa modern sekaligus premium.
Dengan kombinasi kabin lega, performa yang cukup kuat, dan jarak tempuh panjang, BAIC T5 berpeluang menjadi penantang serius di segmen SUV listrik menengah. Harga resminya belum diumumkan, tetapi kehadirannya diperkirakan akan memperketat persaingan di pasar Indonesia.
Source: moladin.com






