Bau pesing di kasur dan sofa sering terasa mengganggu karena dua furnitur ini mudah menyimpan cairan di lapisan kain dan busa. Saat dibiarkan terlalu lama, baunya bisa makin tajam dan pembersihannya menjadi jauh lebih sulit.
Kondisi seperti itu tidak selalu menuntut pencucian total. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu menekan bau, mengurangi noda, dan mempercepat pemulihan area yang terkena cairan tanpa membongkar seluruh bagian furnitur.
Keringkan cairan secepat mungkin
Penanganan paling awal perlu dilakukan begitu cairan mengenai permukaan. Tisu, kain, atau handuk kering bisa dipakai untuk menyerap urine atau cairan lain dengan cara menekan perlahan.
Menggosok terlalu keras sebaiknya dihindari karena cairan justru bisa terdorong lebih dalam ke busa. Jika itu terjadi, bau biasanya lebih sulit hilang dan area yang terdampak bisa meluas.
Baking soda dapat membantu menyerap bau
Setelah permukaan awal tertangani, baking soda bisa menjadi langkah berikutnya. American Cleaning Institute menyebut bahan ini kerap digunakan untuk membantu menyerap bau pada berbagai permukaan rumah tangga.
Cara pakainya sederhana. Taburkan baking soda pada bagian yang berbau, diamkan beberapa jam, lalu bersihkan dengan vacuum cleaner atau kain kering agar bubuknya terangkat.
Cuka putih dipakai tipis agar tidak menambah lembap
Larutan cuka putih juga sering dimanfaatkan untuk membantu mengurangi bau tidak sedap. Cleveland Clinic menjelaskan cuka memiliki sifat antimikroba yang kerap dipakai untuk membantu membersihkan area tertentu.
Agar lebih aman, cuka sebaiknya dicampur air lalu disemprotkan tipis pada bagian yang terkena bau. Penyemprotan berlebihan tidak disarankan karena kelembapan berlebih bisa membuat kasur atau sofa lebih lama kering.
Sisa noda perlu dibersihkan dengan cara lembut
Jika bekas noda masih terlihat, air hangat dan sabun lembut bisa digunakan pada tahap berikutnya. Campuran ini cukup dibantu kain bersih atau spons lembut supaya bahan tidak cepat rusak.
Gerakan tepuk perlahan lebih disarankan saat membersihkan area kotor. Gesekan yang terlalu keras justru bisa mendorong noda lebih dalam ke busa dan membuat proses pembersihan semakin berat.
Pengeringan tidak boleh dilewatkan
Setelah bau dan noda berkurang, bagian yang dibersihkan harus benar-benar kering. Centers for Disease Control and Prevention menyebut area lembap menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri.
Kipas angin atau jendela yang dibuka dapat membantu sirkulasi udara mempercepat pengeringan. Kasur atau sofa juga sebaiknya tidak langsung dipakai sebelum benar-benar kering agar sisa lembap tidak memicu bau baru.
Pewangi dipakai terakhir dalam takaran kecil
Jika kondisi sudah membaik, pewangi kain atau essential oil bisa ditambahkan secukupnya. Aroma seperti lavender atau lemon sering dipilih karena terasa lebih ringan dan menenangkan.
Namun, penggunaannya tetap perlu dibatasi supaya tidak terlalu menyengat. Pewangi hanya berfungsi sebagai sentuhan akhir setelah bau utama, noda, dan kelembapan berhasil ditangani lebih dulu.
