Bangladesh Sita Aset Rp 10 Triliun, Pengejaran Dana Terkait Sheikh Hasina Belum Usai

Author: Redaksi Android62

Bangladesh telah menyita aset senilai 760 miliar taka atau sekitar US$6,2 miliar yang dikaitkan dengan mantan perdana menteri Sheikh Hasina, keluarganya, dan 10 kelompok usaha. Langkah ini menjadi salah satu perkembangan terbesar dalam penelusuran kekayaan Hasina sejak ia digulingkan pada 2024.

Di saat yang sama, pemerintah Bangladesh masih berupaya mengembalikan dana yang diduga dicuci ke luar negeri. Unit Intelijen Keuangan Bangladesh menyebut total aset yang sudah disita terdiri dari 570 miliar taka di dalam negeri dan 190 miliar taka di luar negeri.

Penyitaan masih berlanjut di dalam dan luar negeri

Data tersebut disampaikan pada Rabu (15/7/2026) saat lembaga itu memaparkan laporan tahunan kegiatannya. Kepala lembaga, Ikhtiar Mohammad Mamun, mengatakan pemerintah berharap ada perkembangan positif pada akhir tahun ini.

Menurut Mamun, proses penelusuran belum selesai karena masih ada aset yang harus diburu, terutama dana yang diduga dipindahkan ke luar negeri. Pemerintah Bangladesh kini menempatkan pemulihan uang sebagai bagian penting dari penyelidikan yang masih berjalan.

Berikut rincian penyitaan yang diumumkan:

Lokasi Nilai Sitaan Keterangan
Dalam negeri 570 miliar taka Sebagian dari total 760 miliar taka
Luar negeri 190 miliar taka Sebagian dari total 760 miliar taka

Kasus hukum menumpuk setelah Hasina digulingkan

Penyelidikan terhadap Hasina dan pihak-pihak yang terkait dengannya juga telah membuka 98 perkara. Angka itu menunjukkan bahwa proses hukum dan penelusuran aset masih berjalan, bukan selesai setelah penyitaan awal diumumkan.

Sejak digulingkan, Hasina telah dinyatakan bersalah tanpa kehadirannya dalam sejumlah perkara. Salah satunya berkaitan dengan korupsi dalam pengalokasian kavling tanah di kawasan elite Dhaka, ibu kota Bangladesh.

Pengadilan juga menjatuhkan vonis mati kepada Hasina atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Saat ini, ia tinggal di India sejak melarikan diri dari Bangladesh pada Agustus 2024.

Hasina baru-baru ini menyatakan berniat kembali ke negaranya pada akhir tahun. Namun pemerintah Bangladesh sudah meminta India mengekstradisinya agar mantan perdana menteri itu kembali menghadapi proses hukum.

Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed menegaskan bahwa Bangladesh ingin memastikan Hasina pulang untuk menghadapi pengadilan. Ia juga mengatakan vonis mati terhadap Hasina akan dilaksanakan, sementara pengadilan yang akan menentukan apakah masih ada ruang untuk mengajukan banding.

Dengan 98 perkara yang telah dibuka dan penyitaan aset bernilai ratusan miliar taka, tekanan terhadap lingkaran kekuasaan Hasina belum menunjukkan tanda mereda. Pemerintah Bangladesh masih mengejar pemulihan dana yang diduga dicuci ke luar negeri sambil memproses putusan hukum yang sudah dijatuhkan.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru