Gunung Pickaxe kini menjadi sorotan karena disebut masih bertahan meski serangan udara Amerika Serikat tahun lalu menghantam Fordow, Natanz, dan Isfahan. Fasilitas yang dikaitkan dengan kawasan Natanz itu diduga berada sekitar 600 meter di bawah lapisan batu granit padat.
Kedalaman tersebut membuat lokasi ini dinilai sangat sulit dijangkau bahkan oleh bom penghancur bunker paling canggih milik Pentagon. Karena itu, Gunung Pickaxe disebut sebagai salah satu aset paling terlindungi dalam jaringan pertahanan nuklir Iran.
Kenapa target ini dinilai sulit dihancurkan
Para ahli geologi dan militer memperkirakan Gunung Pickaxe memiliki dua jaringan terowongan raksasa di dalamnya. Struktur seperti benteng itu membuat fasilitas rahasia tersebut disebut nyaris kebal terhadap serangan konvensional yang sebelumnya diarahkan ke tiga situs utama Iran.
| Lokasi | Fakta Utama | Status yang Disebut |
|---|---|---|
| Fordow | Dihantam serangan udara | Termasuk target operasi tahun lalu |
| Natanz | Kompleks nuklir yang sebelumnya rusak | Gunung Pickaxe dikaitkan dengan area ini |
| Isfahan | Dihantam serangan udara | Termasuk target operasi tahun lalu |
| Gunung Pickaxe | Tidak tersentuh serangan tahun lalu | Diduga menjadi pusat pengayaan uranium |
Ketika jet tempur Amerika Serikat membombardir tiga wilayah utama itu, Gunung Pickaxe tidak tersentuh. Fakta inilah yang membuat keberadaan situs tersebut semakin penting dalam peta pertahanan nuklir Iran.
Kontras dengan pernyataan Trump
Ancaman terbaru dari Donald Trump muncul di tengah klaim sebelumnya bahwa program nuklir Iran telah dilumpuhkan sepenuhnya. Pada 25 Juni 2025, Trump mengatakan gambar satelit menunjukkan kerusakan besar di seluruh situs nuklir Iran.
“Kerusakan monumental terjadi di semua situs nuklir di Iran, seperti yang ditunjukkan oleh gambar satelit,” kata Trump pada 25 Juni 2025. “Pemusnahan adalah istilah yang akurat!”
Munculnya Gunung Pickaxe sebagai target baru memicu pertanyaan mengenai sejauh mana serangan sebelumnya benar-benar melumpuhkan infrastruktur pengayaan uranium Teheran. Situasi ini juga membuka kemungkinan adanya perbedaan pembacaan intelijen dengan narasi kemenangan yang lebih dulu disampaikan.
The Pentagon menyatakan terus memantau pergerakan di situs tersebut, meski belum melihat aktivitas mencurigakan. Di saat yang sama, Trump tetap menekan Iran dengan nada keras dan menyebut Washington akan menghancurkan fasilitas itu.
“Kita akan menghancurkan Gunung Pickaxe. Katakan pada orang-orang Iran untuk bersiap-siap,” ujar Trump pada hari Senin.
Ia juga mengatakan, “Kami mengawasi (Gunung Pickaxe) dengan ketat. Kami tidak melihat adanya aktivitas di sana. Situasi nuklir mereka tidak berjalan baik. Setiap kali kami mendengarnya, kami meledakkannya. Jadi mereka tidak suka membicarakannya.”
Fokus dunia kini bergeser ke respons Iran
Ancaman baru ini datang setelah konflik bersenjata antara kedua negara sempat memuncak saat militer Amerika Serikat menggempur Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan itu sebelumnya digambarkan sebagai operasi besar untuk melumpuhkan instalasi nuklir Iran.
Namun, keberadaan Gunung Pickaxe menunjukkan program nuklir Teheran belum sepenuhnya berhenti. Kini, perhatian global bergeser ke langkah balasan Iran setelah target tersembunyi itu kembali masuk radar serangan Washington.
