Sembilan daerah di Jawa Tengah masuk daftar waspada cuaca ekstrem saat malam ini hingga Kamis pagi. BMKG meminta warga tetap berhati-hati karena kondisi itu juga dibarengi potensi gelombang tinggi, rob, serta bencana hidrometeorologi di wilayah rawan.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian adalah Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Temanggung, Kajen, Pekalongan, dan Tegal. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, menilai kawasan lereng perbukitan, dataran tinggi, dan daerah aliran sungai perlu lebih siaga.
Ancaman utamanya bukan hanya hujan, tetapi juga hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir. Kondisi seperti ini berpotensi memicu longsor, banjir, dan angin puting beliung, terutama di wilayah yang memang memiliki riwayat kejadian serupa.
BMKG memperkirakan pada malam Rabu hingga dini hari Kamis, cuaca masih didominasi awan. Meski begitu, hujan ringan hingga sedang masih mungkin turun secara tidak merata di sejumlah titik.
Situasi cuaca yang tampak tidak terlalu buruk di satu wilayah belum tentu sama di lokasi lain. Agus menegaskan perubahan cuaca lokal bisa berlangsung cepat, terutama di daerah pegunungan dan dataran tinggi yang lebih mudah membentuk awan hujan.
Karena itu, warga yang tinggal di lereng perbukitan dan sepanjang sungai diminta tidak mengabaikan potensi dampaknya. Hujan lebat yang datang bersama angin dan petir pada malam hingga dini hari dinilai paling berisiko bagi kawasan seperti itu.
Di sisi lain, kondisi laut juga ikut menjadi perhatian. Gelombang tinggi masih terjadi di perairan selatan Jawa Tengah dengan ketinggian 1,25-2,5 meter, sementara perairan utara berada di kisaran 1-1,25 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Wahyu Sri Mulyani, menyebut situasi itu berisiko bagi aktivitas pelayaran. Kapal nelayan, tongkang, serta angkutan barang dan orang perlu lebih waspada saat kecepatan angin melampaui 15 knot.
Rob juga masih berpotensi mengganggu sejumlah wilayah pesisir Pantura Jawa Tengah. Air laut pasang dilaporkan muncul sejak pukul 14.00-17.00 WIB dan berdampak pada Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Jepara, serta Pati.
Wahyu mengatakan dampak rob masih dapat dirasakan hingga Kamis malam. Gangguan itu menyentuh transportasi, bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, hingga kegiatan petani garam.
BMKG juga mencatat angin bertiup dari timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-20 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 14-30 derajat celsius, sedangkan kelembaban udara mencapai 75-95 persen.
Dengan kombinasi cuaca lokal yang labil, gelombang laut yang masih tinggi, dan rob di pesisir, warga daratan maupun pesisir diminta terus memantau perkembangan cuaca. Periode malam ini hingga Kamis pagi menjadi waktu yang paling perlu diwaspadai, terutama di sembilan daerah yang masuk daftar potensi cuaca ekstrem.
Source: mediaindonesia.com






