Harga pembuka untuk ponsel flagship 2027 diperkirakan naik lagi, dengan varian dasar 12GB/256GB di China disebut mulai dari ¥4,999. Di sisi atas, model Ultra dalam bocoran yang sama bisa menembus ¥8,999.
Jika proyeksi ini benar, titik masuk perangkat kelas premium akan bergeser lebih tinggi dari generasi sekarang. Kondisi itu bukan lagi sekadar masalah satu merek, melainkan cerminan tekanan biaya komponen yang mulai dirasakan lebih luas di industri.
Rentang harga yang dibocorkan
Bocoran dari pembocor Weibo, DCS, menyebut lini flagship 2027 akan berada di lima level harga di China. Varian standar berbasis 3nm diperkirakan dibuka di ¥4,999, sedangkan versi standar lain yang memakai 2nm naik ke ¥5,499.
Di atasnya, model Pro diperkirakan berada di ¥5,999. Model Pro Max disebut menyentuh ¥6,999, lalu varian Ultra mencapai ¥8,999. Seluruh angka itu merujuk pada konfigurasi 12GB RAM dan 256GB penyimpanan.
Alasan proyeksi itu dianggap masuk akal
DCS menilai perkiraan tersebut sejalan dengan pola kenaikan harga dari beberapa model sebelumnya. Ia mencontohkan Find X8s yang dijual ¥4,199 lalu Find X9 naik ke ¥4,399, begitu pula X200s di ¥4,199 dan X300 di ¥4,399.
Dari pola itu, kenaikan antara model semi-iteratif dan generasi penuh biasanya hanya berada di kisaran ¥100 hingga ¥300. Namun, gambaran kali ini dinilai berbeda karena X300s disebut sudah meluncur tahun ini di harga ¥4,999.
Artinya, ruang kenaikan harga untuk model iteratif berikutnya masih terbuka sejak level awal. Dengan dasar tersebut, DCS memperkirakan model generasi berikutnya tidak lagi nyaman dibuka di angka yang lebih rendah dari ¥4,999.
Biaya chip dan memori ikut mendorong harga
Tekanan terbesar datang dari sisi komponen. Qualcomm dilaporkan membayar tarif sekitar 24% lebih tinggi kepada TSMC untuk chip yang lebih baru, dan kenaikan itu disebut ikut mengerek biaya produksi flagship.
Di saat yang sama, harga DRAM LPDDR5X juga disebut naik 5%. Kenaikan lanjutan masih diperkirakan terjadi, sehingga beban biaya perangkat premium berpotensi terus bertambah.
Kondisi tersebut diperberat oleh pergeseran kapasitas produksi ke high-bandwidth memory yang banyak dipakai untuk infrastruktur AI. Ketika kapasitas lebih banyak mengalir ke segmen itu, pasokan untuk smartphone ikut tertekan dan harga komponen terdorong naik.
Dampaknya sudah terlihat di beberapa pasar
Kenaikan biaya komponen tidak hanya berhenti di perkiraan flagship 2027. Beberapa merek juga telah menaikkan harga di India, dengan lonjakan antara ₹1,000 hingga ₹5,000 untuk OnePlus, Nothing, dan Xiaomi.
Langkah itu memperlihatkan bahwa tekanan biaya sudah diteruskan ke harga jual akhir di berbagai kelas produk. Untuk flagship, risikonya lebih besar karena perangkat kelas atas biasanya lebih cepat memakai chip, memori, dan penyimpanan generasi terbaru.
Meski begitu, angka yang beredar tetap berstatus bocoran dan belum menjadi pengumuman resmi dari produsen mana pun. Namun, jika tren biaya ini bertahan, konsumen yang menunggu flagship 2027 tampaknya harus bersiap menghadapi harga awal yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya.
Source: www.gizmochina.com






