Bank Mandiri Raup Laba Rp 15,4 Triliun, DPK Tumbuh Kuat Saat Kredit Terus Menggeliat

Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp 15,4 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini tumbuh 16,6 persen secara tahunan dan menjadi penanda bahwa kinerja perseroan tetap kuat di tengah persaingan industri perbankan yang ketat.

Di saat yang sama, penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan sama-sama bergerak naik. Hingga akhir Maret 2026, dana pihak ketiga atau DPK Bank Mandiri mencapai Rp 1.675 triliun, sedangkan kredit yang disalurkan menembus Rp 1.530 triliun.

Pertumbuhan bisnis didorong pendanaan yang makin kuat

Kenaikan DPK memberi ruang lebih luas bagi Bank Mandiri untuk menjaga ekspansi kredit di berbagai segmen. Kondisi ini penting karena bank membutuhkan sumber pendanaan yang memadai agar penyaluran pembiayaan tetap terjaga.

Di sisi lain, penyaluran kredit yang terus meningkat juga menunjukkan permintaan pembiayaan masih berada pada level yang sehat. Kombinasi kenaikan DPK dan kredit menjadi salah satu penopang utama lonjakan laba pada awal tahun ini.

Fondasi keuangan masih solid

Selain membukukan pertumbuhan laba, Bank Mandiri juga menjaga kualitas aset tetap terkendali. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan bank only tercatat sebesar 0,98 persen.

Angka tersebut menunjukkan pengelolaan risiko kredit masih berjalan baik. Perseroan juga mencatat return on equity sebesar 22,1 persen dan rasio permodalan 19,7 persen, yang menegaskan kekuatan fondasi keuangannya.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa laba konsolidasi perseroan mencapai Rp 15,4 triliun dan tumbuh 16,6 persen secara tahunan. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pencapaian perusahaan tidak hanya berasal dari naiknya volume bisnis, tetapi juga dari efisiensi dan penguatan fundamental usaha.

Dukungan untuk UMKM dan sektor perumahan

Di luar bisnis inti, Bank Mandiri juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat senilai Rp 11 triliun kepada 87 ribu pelaku UMKM. Penyaluran ini menegaskan peran bank dalam mendukung usaha kecil dan menengah yang tetap menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi nasional.

Perseroan juga ikut membiayai 2.300 rumah dalam program pembangunan 3 juta rumah. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa Bank Mandiri ikut mengambil peran dalam mendukung agenda strategis pemerintah melalui pembiayaan sektor riil.

Riduan menegaskan bahwa kinerja perseroan mencerminkan sinergi dari berbagai unsur ekonomi nasional. Bank Mandiri, menurut dia, ingin terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Layanan digital ikut berkembang

Perluasan layanan juga terlihat dari pemanfaatan teknologi digital yang semakin besar. Sebanyak 6.000 SPPG tercatat menggunakan virtual account Bank Mandiri, yang menandakan layanan digital perseroan makin banyak dipakai dalam transaksi.

Penggunaan layanan tersebut membantu efisiensi dan memperluas jangkauan layanan bank. Dalam industri perbankan modern, pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, dan digitalisasi menjadi tiga unsur penting untuk menjaga stabilitas bisnis.

Dengan laba Rp 15,4 triliun, DPK Rp 1.675 triliun, dan kredit Rp 1.530 triliun, Bank Mandiri membuka kuartal I 2026 dengan performa yang solid. Kinerja itu ditopang kualitas aset yang terjaga, modal yang kuat, serta pembiayaan yang tetap mengalir ke UMKM, program perumahan, dan perluasan layanan digital.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer