Bantul Hanya Loloskan Dua Sapi Ke Seleksi Kurban Presiden Prabowo, Singkirkan Sembilan Kandidat

Author: Redaksi Android62

Seleksi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto tahun ini kembali menempatkan Bantul di posisi menonjol. Dua ekor sapi asal wilayah itu berhasil lolos setelah bersaing dengan sembilan kandidat lain yang sebelumnya diajukan untuk penilaian.

Kepastian tersebut disampaikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul usai tim gabungan Sekretariat Negara dan Pemerintah Provinsi DIY melakukan pemeriksaan. Dari sembilan sapi unggulan yang dipantau, hanya dua yang akhirnya dipilih sebagai calon hewan kurban presiden.

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan sapi yang terpilih berasal dari Kasihan dan Pleret. Adapun jenis sapi yang lolos belum diumumkan secara resmi, meski seluruh kandidat yang diajukan memiliki bobot rata-rata sekitar satu ton.

Bantul menempuh seleksi ini dengan mengandalkan kualitas, bukan jumlah populasi ternak. Pemerintah daerah hanya mengusulkan hewan terbaik, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan tim seleksi pusat.

Kualitas ternak jadi penentu

Lolosnya dua sapi tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan ternak dari Bantul mendapat perhatian serius. Hewan yang dirawat dengan standar baik dinilai lebih siap menghadapi seleksi yang sangat ketat dan minim risiko penyakit.

Bagi peternak lokal, hasil ini menjadi pengakuan atas kerja panjang dalam merawat sapi berbobot besar. Joko menilai kepercayaan pemerintah pusat menjadi tanda bahwa sapi Bantul sehat dan berkualitas.

Ia juga berharap pencapaian ini dapat mendorong semangat peternak untuk terus memelihara ternak dengan standar terbaik. Menurut dia, kabar tersebut bukan hanya membanggakan daerah, tetapi juga memberi nilai lebih bagi peternak rakyat.

Rekam jejak Bantul di seleksi kurban presiden

Keberhasilan tahun ini bukan kali pertama Bantul masuk radar pilihan hewan kurban presiden. Pada Iduladha 1445 H, Presiden Joko Widodo juga memilih sapi dari wilayah Pleret, Bantul.

Sapi itu merupakan jenis Peranakan Ongole atau PO dengan bobot 934 kilogram. Hewan tersebut milik peternak Zuli Nuryanto dan ikut mengangkat nama Bantul di tingkat nasional.

Rangkaian pilihan itu menunjukkan bahwa Bantul memiliki konsistensi dalam menghasilkan sapi unggulan. Meski tidak didukung populasi sapi yang paling besar, daerah ini tetap mampu bersaing lewat bobot dan kesehatan ternak.

Posisi itu membuat Bantul terus diperhitungkan dalam seleksi hewan kurban presiden. Bagi peternak di Bumi Projotamansari, lolosnya dua sapi ini menjadi bukti bahwa mutu ternak mereka mampu menembus penilaian paling ketat.

Berita Terbaru