MG menyiapkan satu mobil listrik yang memiliki arah produksi paling jelas untuk 2027, yakni MG GO! Concept. Hatchback ringkas ini memakai pendekatan retro-modern yang mengambil jejak desain MGB GT.
Di saat yang sama, merek di bawah naungan SAIC Motor tersebut memperlihatkan MG Cyber Concept sebagai gambaran SUV listrik dengan tampilan jauh lebih agresif. Kontras dua konsep itu menandai upaya MG untuk tidak hanya menjual kendaraan listrik sebagai alat mobilitas praktis.
MG GO! Concept dan MG Cyber Concept dipamerkan pada Goodwood Festival of Speed 2026. Keduanya menunjukkan bahasa desain baru yang memadukan warisan model bersejarah MG dengan bentuk futuristik serta perhatian pada aerodinamika.
Hatchback yang Diproyeksikan Masuk Produksi
MG GO! Concept dikembangkan oleh MG Advanced Design Centre London yang dipimpin Carl Gotham. Mobil ini dirancang dengan garis bodi tegas, overhang pendek, dan proporsi kompak untuk mempertahankan karakter sporty dalam ukuran yang sesuai untuk penggunaan perkotaan.
Acuan utamanya adalah MGB GT, mobil sport klasik yang menjadi bagian penting dari identitas desain MG. Pilihan tersebut memberi pembeda bagi MG di tengah pasar hatchback listrik yang banyak memakai pendekatan visual serba futuristik.
| Model Konsep | Bentuk | Inspirasi | Arah Pengembangan |
|---|---|---|---|
| MG GO! Concept | Hatchback listrik ringkas | MGB GT | Retro-modern, sporty, menuju produksi 2027 |
| MG Cyber Concept | SUV coupe listrik | MG EX181 | Performa dan aerodinamika |
Rincian teknis untuk versi produksi MG GO! Concept belum diumumkan. Namun, model ini disebut akan menyasar persaingan dengan Renault 5 E-Tech, MINI Electric, dan VW ID. Polo di pasar Eropa.
Proyeksi produksi massal pada 2027 membuat konsep hatchback tersebut memiliki posisi berbeda dibandingkan Cyber Concept. MG belum merinci bentuk akhir maupun teknologi yang akan dipakai kendaraan produksi nanti.
SUV Coupe dengan Pendekatan Berbeda
MG Cyber Concept mengambil inspirasi dari MG EX181, kendaraan pemecah rekor kecepatan dalam sejarah merek tersebut. Bentuknya rendah dan lebar, dengan atap melandai serta garis tajam yang menegaskan karakter SUV coupe listrik.
Unsur aerodinamika menjadi salah satu fokus utama pada model ini. MG menempatkan Cyber Concept sebagai kendaraan yang mengedepankan kesenangan berkendara dan performa dinamis, bukan SUV keluarga konvensional.
Belum ada informasi mengenai rencana produksi massal untuk MG Cyber Concept. Meski demikian, desainnya memberi petunjuk mengenai kemungkinan arah visual model listrik MG berikutnya.
Fondasi Ekspansi di Eropa dan Indonesia
Langkah memperkenalkan dua konsep tersebut berlangsung ketika penjualan MG di Eropa menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, penjualan merek ini di kawasan tersebut melampaui 300 ribu unit kendaraan.
Sejak diakuisisi SAIC Motor, MG telah mendistribusikan lebih dari satu juta kendaraan ke Eropa. Capaian itu menjadi dasar bagi perusahaan dalam memperluas jajaran kendaraan listrik untuk pasar global.
Di Indonesia, MG terus memperluas portofolio kendaraan listriknya. Jambiindependent.disway.id melaporkan bahwa unsur desain dari dua konsep tersebut berpeluang diterapkan pada model MG mendatang untuk pasar domestik.
Model produksi tentu dapat mengalami penyesuaian teknis dibandingkan kendaraan konsep yang dipamerkan. Namun, desain tegas dan keberanian menggabungkan elemen klasik dengan futuristik diperkirakan tetap menjadi bagian dari arah baru MG.
