Gol dramatis pada masa tambahan waktu menjaga PS Barito Putera tetap berada di jalur perebutan tiket promosi. Tim asal Banjarmasin itu menahan Persiba Balikpapan 3-3 di Stadion 17 Mei Banjarmasin, lalu naik ke posisi kedua klasemen sementara Liga 2 musim 2025–2026 dengan koleksi 49 poin.
Tambahan satu angka itu terasa sangat berharga karena Barito Putera sempat berada dalam posisi tertinggal jelang laga berakhir. Hasil imbang tersebut juga membuat mereka menyalip PSS Sleman lewat keunggulan selisih gol, sehingga persaingan di papan atas makin ketat.
Laga cepat sejak awal
Pertandingan pekan ke-25 ini langsung berjalan dengan tempo tinggi. Kedua tim sama-sama menekan sejak menit awal, dan duel berjalan terbuka dengan peluang silih berganti.
Persiba Balikpapan menjadi tim pertama yang memecah kebuntuan pada menit ke-19. Gol itu berawal dari kesalahan antisipasi bek Barito Putera, Fabiano Beltrame, yang justru berujung pada gol bunuh diri.
Barito Putera tidak membiarkan keadaan itu berlangsung lama. Alexsandro berhasil menyamakan skor pada menit ke-43, meski wasit sempat meninjau proses gol tersebut melalui VAR sebelum akhirnya mengesahkannya.
Fabiano menebus kesalahan
Menjelang turun minum, Fabiano Beltrame mendapat kesempatan untuk memperbaiki situasi. Ia kemudian mencetak gol lewat tendangan bebas saat injury time babak pertama dan membawa Barito Putera berbalik unggul 2-1.
Gol itu menjadi momen penting bagi tuan rumah karena menutup babak pertama dengan keunggulan. Barito Putera pun sempat terlihat lebih percaya diri untuk mengontrol jalannya pertandingan setelah jeda.
Namun, Persiba tidak kehilangan daya saing dan tetap memberi tekanan. Tim tamu mampu menaikkan intensitas permainan serta memaksa Barito Putera bekerja lebih keras dalam mengamankan wilayah pertahanan.
Persiba balik menekan setelah jeda
Memasuki babak kedua, situasi berubah menjadi lebih berat bagi Barito Putera. Persiba mengambil alih ritme permainan dan berhasil memanfaatkan momen untuk kembali menyamakan kedudukan melalui gol Muhammad Isfandyar Abdillah.
Tekanan tim tamu terus berlanjut sampai akhirnya Takumu Nishihara membawa Persiba berbalik unggul lewat sundulan pada menit ke-79. Gol itu sempat membuat Barito Putera berada dalam kondisi terjepit karena kekalahan kandang akan berdampak besar pada posisi mereka di klasemen.
Walau tertinggal di fase krusial, Barito Putera tidak menghentikan upaya menyerang. Mereka terus mencari ruang hingga menit-menit akhir, ketika peluang terakhir menjadi penentu langkah mereka dalam perebutan papan atas.
Gol terakhir yang amat menentukan
Usaha Barito Putera menemukan hasil saat laga hampir selesai. Renan Alves menyambut umpan Ferdiansyah dengan sundulan dan mengubah skor menjadi 3-3, sebuah gol yang memastikan tuan rumah tidak pulang dengan kekalahan.
Poin dari laga ini menjadi sangat penting karena situasi klasemen sedang rapat. Dengan hasil tersebut, Barito Putera bukan hanya mengamankan satu angka, tetapi juga menjaga posisi mereka di jalur persaingan promosi.
Absen kapten, serangan tetap hidup
Barito Putera menjalani laga ini tanpa kapten tim, Bayu Pradana. Meski tidak turun dengan kekuatan penuh, tim asuhan Rahmad Darmawan tetap mampu menjaga tekanan dan tidak membiarkan Persiba leluasa mengembangkan permainan.
Penempatan Renan Alves sebagai ujung tombak juga memberi warna berbeda pada pola serangan. Peran itu membuat lini belakang Persiba lebih sibuk menghadapi bola-bola atas dan tekanan berulang dari tuan rumah.
Hasil 3-3 ini membuat Barito Putera kini memegang kendali penting dalam persaingan menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. Dengan 49 poin dan posisi dua klasemen sementara, setiap laga berikutnya akan menjadi penentu besar dalam menjaga peluang promosi hingga kompetisi berakhir.
