Langkah internasional Zona Merah: Dead City mulai terlihat dari strategi distribusinya. Proyek horor zombie ini resmi menggandeng Barunson E&A sebagai agen penjualan internasional dan akan dibawa ke Cannes Film Market untuk ditawarkan ke pembeli global.
Keterlibatan perusahaan asal Korea Selatan itu memberi sinyal bahwa film ini tidak hanya dipersiapkan untuk pasar lokal. Barunson E&A dikenal sebagai rumah produksi di balik Parasite, sehingga kehadirannya ikut mengangkat bobot proyek yang sejak awal memang diarahkan ke panggung yang lebih luas.
Horor yang dibangun dari identitas serial
Daya tarik utama film ini tetap bertumpu pada nama Zona Merah yang sudah lebih dulu dikenal lewat serialnya. Cerita tentang wabah, zombie, dan intrik politik di kota fiktif Rimbalaya menjadi fondasi yang dibawa ke layar lebar dengan skala ancaman yang lebih besar.
Serial aslinya tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga menghadirkan ancaman living corpse sebagai pusat konflik. Karena itu, horor yang muncul terasa berlapis, sebab ketegangan fisik berjalan seiring dengan perebutan kuasa dan kekacauan sosial.
Di versi film, ancaman itu dibuat lebih menyeluruh. Kota dalam cerita digambarkan sepenuhnya dikuasai infeksi, sehingga ruang gerak para karakter makin sempit dan setiap langkah terasa lebih berisiko.
Tim lama menjaga arah cerita
Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa kembali menangani proyek ini seperti saat menggarap serial aslinya. Sidharta Tata juga kembali menulis naskah, sehingga kesinambungan visi dari serial ke film tetap terjaga.
Kehadiran tim kreatif yang sama penting untuk proyek adaptasi semacam ini. Perpindahan dari serial ke film kerap berisiko mengubah karakter cerita terlalu jauh, sehingga kontinuitas penggarapan menjadi salah satu kekuatan utamanya.
Wajah lama dan pemain baru bertemu
Sejumlah aktor dari serialnya kembali tampil dalam film, termasuk Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano Danendra, dan Lukman Sardi. Kehadiran mereka membantu menjaga ikatan dengan penonton yang sudah mengikuti cerita sejak versi serial.
Film ini juga menambah barisan pemain baru seperti Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero. Perpaduan lama dan baru itu memberi ruang untuk dinamika karakter yang lebih beragam di tengah konflik yang semakin besar.
Produksi sudah berjalan, perhatian lebih dulu mengalir
Proses syuting film ini dimulai sejak 7 April 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga Mei 2026. Meski produksi masih berjalan, proyek ini sudah menarik perhatian karena menggabungkan genre populer, properti lokal yang sudah punya basis penonton, dan jalur distribusi internasional.
Kombinasi itulah yang membuat Zona Merah: Dead City menonjol di antara proyek horor lain. Film ini tidak hanya membawa zombie Indonesia ke ruang cerita yang lebih luas, tetapi juga menunjukkan bagaimana film genre lokal mulai disiapkan dengan orientasi pasar global.
