Xiaomi 17T Pro langsung menarik perhatian lewat baterai Si/C 7.000mAh yang mengusung kandungan silikon 16 persen. Kapasitas ini naik 1.500mAh atau 27 persen dibanding baterai 15T Pro, dan Xiaomi juga melengkapinya dengan 100W HyperCharge, 100W USB PPS, serta 50W wireless charging.
Di saat yang sama, Xiaomi tetap menyiapkan 17T Pro sebagai model yang lebih kencang di hampir semua sisi. Ponsel ini memakai Dimensity 9500 berbasis 3nm, dipadukan dengan RAM LPDDR5X 12GB 9.600Mbps dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB.
Layar dan bodi yang tetap mewah
Xiaomi 17T Pro membawa layar OLED 6,83 inci beresolusi 1280p+ dengan panel 12-bit dan kecerahan puncak 3.500 nits. Layarnya mendukung refresh rate 144Hz dan mode ultra-dim hingga 1 nit, sementara perlindungan Gorilla Glass 7i hadir di kedua model.
Untuk bodi, 17T Pro memiliki ketebalan 8,3mm dan bobotnya bertambah 9 gram dibanding pendahulunya. Xiaomi juga menyiapkan 17T biasa dengan bodi 8,2mm dan layar OLED 6,59 inci beresolusi 1268p+ yang berjalan pada 120Hz.
Zoom jadi pembeda utama 17T
Pada Xiaomi 17T, perubahan paling mencolok ada di kamera telefoto. Ponsel ini meninggalkan kamera 50MP 2x/46mm milik generasi sebelumnya dan beralih ke kamera periskop 50MP 5x/115mm, yang mendukung zoom “optical-grade” 10x lewat in-sensor zoom.
Kamera telefoto itu juga bisa dipakai untuk foto tele-macro dari jarak 30cm. Xiaomi melengkapinya dengan kamera ultra-wide 12MP 120 derajat 15mm dan kamera depan 32MP 90 derajat 21mm.
Satu jalur kamera, beda sensor utama
Walau bagian telefoto, ultra-wide, dan selfie sama untuk 17T dan 17T Pro, Xiaomi memberi sensor utama yang berbeda. 17T Pro memakai sensor 1/1,31 inci OmniVision Light Fusion 950 dengan piksel 1,2µm, sedangkan 17T standar menggunakan sensor 1/1,55 inci Light Fusion 800 dengan piksel 1,0µm.
Keduanya sama-sama membawa kamera utama 50MP, lensa Leica Summilux 1G + 6P, dan optical image stabilization. Xiaomi juga menambahkan mode video 4K 60fps dengan HDR10+ dan Log, serta fitur Stage untuk foto dan video, Leica Live Moment, dan Leica Live Portrait.
Performa, pendinginan, dan kapasitas memori
Di kelas chipset, 17T memakai Dimensity 8500 berbasis 4nm dengan delapan inti Cortex-A725 dan GPU Mali-G720 MC8. Xiaomi menyebut GPU pada chip ini menawarkan peningkatan performa puncak 25 persen dibanding pendahulunya, dan sistem pendinginnya memakai Xiaomi 3D IceLoop dengan vapor chamber.
17T Pro berdiri di level yang lebih tinggi lewat Dimensity 9500, yang menurut Xiaomi memberi peningkatan 32 persen pada performa single-core CPU dan 33 persen pada GPU dibanding generasi sebelumnya. Keduanya sama-sama membawa RAM LPDDR5X 12GB 9.600Mbps, sementara 17T tersedia dengan penyimpanan 256GB atau 512GB dan 17T Pro sampai 1TB.
Konektivitas, audio, warna, dan harga
Untuk konektivitas, 17T Pro dibekali Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 dengan Dual-Bluetooth, sedangkan 17T hadir dengan Wi-Fi 6E dan Bluetooth 6.0 tanpa opsi dual connectivity. NFC tersedia di kedua perangkat, dan di sejumlah wilayah eSIM juga ditawarkan sebagai opsi.
Kedua model sama-sama membawa stereo speaker dengan Dolby Atmos, sertifikasi Hi-Res Audio, Hi-Res Audio Wireless, dual-SIM, serta Xiaomi Offline Communication. Pilihan warna 17T meliputi Black, Deep Blue, dan Deep Violet, sementara 17T Pro hadir dalam Black, Blue, Violet, dan Opal White.
Soal harga, Xiaomi memasarkan 17T mulai €750 untuk varian 12/256GB, sedangkan 17T Pro dibuka dari €900 untuk konfigurasi 12/256GB. Keduanya naik €100 dibanding generasi sebelumnya, dan pembelian awal disertai uji coba 3 bulan Google AI Pro dengan 5TB cloud storage, 3 bulan YouTube Premium, serta 4 bulan Spotify Premium.
Source: www.gsmarena.com






