Di kelas Rp2 jutaan, pilihan HP kini tidak lagi sekadar soal layar besar atau memori lega. Sejumlah model sudah membawa RAM 8 GB, penyimpanan 256 GB, dan bahkan baterai 7000 mAh yang biasanya lebih identik dengan perangkat di kelas lebih tinggi.
Kondisi itu membuat segmen menengah terasa jauh lebih menarik untuk diburu. Pengguna bisa memilih sesuai kebutuhan, mulai dari daya tahan lama, layar yang mulus, performa gaming, sampai paket kamera yang masih kompetitif.
Baterai paling jumbo di kelasnya
Tecno Pova 7 4G menjadi salah satu nama yang paling menonjol karena membawa baterai 7000 mAh. Kapasitas ini jelas menyasar pengguna aktif yang membutuhkan daya tahan panjang untuk pemakaian harian.
Selain baterainya besar, ponsel ini juga dibekali Helio G100 Ultimate, RAM 8 GB, dan memori 256 GB. Layarnya berukuran 6,78 inci Full HD Plus dengan refresh rate 120 Hz, lalu kamera utamanya 108 MP dan dukungan rekam video hingga 2K melengkapi paketnya.
Opsi buat yang lebih fokus ke game
Bagi pengguna yang lebih mengejar pengalaman bermain, Nubia Neo 3 5G hadir dengan pendekatan yang berbeda. Perangkat ini membawa desain gaming dan shoulder trigger untuk membantu kontrol saat bermain terasa lebih presisi.
Di bagian dapur pacu, Nubia Neo 3 5G memakai Unisoc T8300 yang dipadukan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB. Layar 6,8 inci dengan refresh rate 120 Hz, baterai 6000 mAh, dan fast charging 33 watt membuatnya cukup menarik untuk game populer seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends.
Layar mulus jadi daya tarik utama
Infinix Hot 60 Pro masuk ke daftar ini karena mengandalkan panel AMOLED 144 Hz. Tampilan yang lebih halus saat scrolling, menonton, atau bermain game menjadi poin kuat yang langsung terasa di penggunaan harian.
Performa perangkat ini ditopang Helio G200, RAM 8 GB, dan penyimpanan 256 GB. Infinix juga menambahkan kamera utama 50 MP, baterai 5160 mAh, dan pengisian cepat 45 watt sebagai pelengkap.
Masih dari sisi layar, Itel S26 Ultra juga menawarkan panel AMOLED melengkung 6,8 inci dengan refresh rate 144 Hz. Perlindungan Gorilla Glass memberi nilai tambah pada bagian layar, sementara chipset Unisoc T7300, RAM 8 GB, dan memori 256 GB membuat paketnya tetap kompetitif.
Persaingan ketat di jalur serbaguna
Tecno Spark 40 Pro ikut meramaikan kelas Rp2 jutaan lewat layar AMOLED 1,5K 144 Hz. Kombinasi ini membuatnya menonjol untuk pengguna yang mengutamakan pengalaman visual lebih tinggi di harga yang masih terjangkau.
Perangkat ini menggunakan Helio G100, RAM 8 GB, dan penyimpanan 256 GB. Dukungan fast charging 45 watt juga membuatnya praktis untuk pemakaian harian yang padat.
Alternatif dengan Snapdragon
Untuk pengguna yang lebih nyaman dengan Snapdragon, iQOO Z9x menjadi salah satu opsi yang patut dilihat. Ponsel ini memakai Snapdragon 6 Gen 1, layar 120 Hz, baterai 6000 mAh, fast charging 44 watt, dan dukungan rekam video hingga 4K.
Masih dari lini yang sama, iQOO Z10 Lite hadir dengan layar AMOLED 120 Hz dan baterai 6000 mAh. Meski mengandalkan Snapdragon 685, perangkat ini tetap dinilai memadai untuk multitasking dan hiburan ringan.
Melihat deretan opsi tersebut, pasar HP Rp2 jutaan kini menawarkan pilihan yang lebih beragam daripada sebelumnya. Pengguna bisa memprioritaskan baterai jumbo pada Tecno Pova 7 4G, layar 144 Hz pada Infinix Hot 60 Pro, Itel S26 Ultra, dan Tecno Spark 40 Pro, atau pendekatan gaming dan efisiensi yang ditawarkan Nubia Neo 3 5G serta lini iQOO.
