Honor menjadi yang paling agresif dalam membuka pasar baru untuk ponsel lipat lewat Magic V6. Perangkat ini sudah masuk tahap pre-order di Malaysia dan Singapura, sementara peluncuran globalnya dijadwalkan berlanjut sepanjang Juni ke Eropa dan Timur Tengah.
Langkah tersebut membuat Magic V6 langsung mencuri perhatian di tengah persaingan Android yang makin ramai. Ponsel ini juga diposisikan sebagai salah satu ponsel lipat tertipis yang ada saat ini, dan posisi itu disebut bisa bertahan hingga 2026 berdasarkan penilaian awal yang beredar.
Saat dilihat dari bentuknya, Magic V6 terasa seimbang ketika dibuka, meski modul kamera tiga lensa ditempatkan di sisi kanan. Lipatan layarnya juga disebut lebih dangkal dibanding Magic V5, sehingga permukaan layar tidak lagi terasa seperti melewati cekungan yang dalam.
Di sisi lain, Samsung justru membawa pendekatan yang berbeda untuk lini lipat premiumnya. Galaxy Z Fold8 Ultra dikabarkan akan meluncur pada akhir Juli dengan bodi yang tetap lebar dan bobot yang tidak berubah dari pendahulunya.
Bocoran spesifikasi menyebut Fold8 Ultra akan membawa baterai 5.000mAh, naik dari 4.400mAh pada Galaxy Z Fold7. Menariknya, bobot perangkat itu disebut tetap 215 gram, sama seperti Fold7, sehingga peningkatan daya tampung baterai tidak diikuti kenaikan beban perangkat.
Samsung juga dikabarkan masih mempertahankan baterai Lithium Polymer. Pilihan itu berarti perusahaan belum ikut beralih ke silicon-carbon seperti yang dilakukan sejumlah pesaing, sementara pengisian daya 45W tetap disebut sebagai bagian dari perangkat tersebut.
Dengan komposisi itu, Samsung tampak menempuh jalur peningkatan daya tahan tanpa mengubah karakter fisik perangkat secara agresif. Fokusnya jelas tertuju pada keseimbangan antara kapasitas baterai, bobot, dan bentuk lipat yang sudah dikenal.
Perubahan menarik juga datang dari Google lewat keluarga Pixel 11. Bocoran wallpaper yang disiapkan untuk seri ini memberi petunjuk soal arah warna baru yang lebih lembut, dengan nuansa hijau, pink, dan ungu.
Seri Pixel 11 sendiri diperkirakan meluncur pada Agustus. Bocoran sebelumnya untuk model dasar Pixel 11 menyebut opsi hitam, hijau, pink, dan ungu, yang selaras dengan petunjuk visual dari wallpaper yang beredar.
Untuk Pixel 11 Pro atau Pro XL, dugaan warna yang muncul mengarah ke hitam, hijau, kemungkinan warna mirip Moonstone, serta opsi beige baru. Meski begitu, semua pembacaan itu masih bertumpu pada materi visual awal yang beredar di sekitar perangkat tersebut.
Jika dilihat bersama, tiga kabar ini menunjukkan arah yang cukup berbeda dari para pemain besar Android. Samsung menekan sisi daya tahan, Google bermain di identitas visual, dan Honor memanfaatkan momentum distribusi global untuk memperluas jangkauan Magic V6.
Di saat yang sama, dinamika produk Android terus bergerak dengan nama-nama lain yang ikut muncul di permukaan. Motorola sudah memperkenalkan Edge 2026 dengan layar 6,3 inci dan bobot 160 gram, sementara OnePlus 16 mulai masuk fase rumor dengan jendela rilis yang diperkirakan datang pada September.
Google juga membawa Gemini Go ke Android Go sebagai penerus Assistant Go. Aplikasi ini ditujukan untuk perangkat dengan penyimpanan rendah dan tersedia pada perangkat Android Go dengan RAM 2GB atau lebih melalui aplikasi Google Search.
