Pasar motor listrik bekas kini bergerak dengan rentang harga yang makin jelas, dari sekitar Rp4 jutaan sampai Rp25 jutaan. Di tengah rentang itu, pembeli punya ruang lebih luas untuk memilih unit yang sesuai kebutuhan harian dan kemampuan dana.
Daya tarik utamanya ada pada biaya awal yang lebih ringan. Motor listrik bekas juga menjadi opsi bagi konsumen yang ingin kendaraan ramah lingkungan tanpa harus langsung masuk ke harga unit baru yang lebih tinggi.
Di lapisan harga terbawah, Exotic Prime muncul sebagai salah satu pilihan termurah dengan banderol mulai Rp4,5 juta. Ada pula motor listrik hasil modifikasi yang dipasarkan di kisaran Rp5 juta sampai Rp7 juta, sehingga pasar bawah terlihat cukup beragam.
Masuk ke kelas menengah, Uwinfly T3s Pro berada di kisaran Rp8,5 juta. Yadea T9 dan E8S Pro juga tercatat ada di pasar bekas dengan harga sekitar Rp9,9 juta, lalu Polytron Fox R berada di sekitar Rp10,2 juta.
Harga yang berbeda dipengaruhi kondisi unit
Selisih harga antarunit tidak hanya ditentukan merek atau model. Kondisi baterai dan kelengkapan dokumen ikut menjadi penentu utama nilai jual motor listrik bekas.
Gesits G1 keluaran 2020, misalnya, dijual pada rentang Rp10,5 juta hingga Rp15,9 juta. Di segmen yang lebih tinggi, Smooth Zuzu keluaran 2024 ditawarkan sekitar Rp11,5 juta, sementara United T1800 keluaran 2024 masih berada di kisaran Rp19,6 juta.
Perbedaan harga yang cukup lebar itu menunjukkan bahwa pasar belum seragam. Dua unit dengan model serupa pun bisa dihargai berbeda jauh jika kondisi baterai, dokumen, dan tingkat kepercayaan pasar tidak sama.
Baterai tetap jadi titik paling penting
Di pasar motor listrik bekas, baterai menjadi komponen yang paling diperhatikan calon pembeli. Kapasitas dan usia baterai sangat memengaruhi harga karena komponen ini menjadi inti performa kendaraan sekaligus sumber kekhawatiran utama.
Usia pemakaian juga memberi dampak besar pada nilai jual. Semakin lama unit digunakan, harga cenderung turun, apalagi bila riwayat perawatannya tidak jelas.
Dokumen kendaraan ikut memengaruhi minat pembeli. STNK dan buku servis dapat meningkatkan rasa aman karena menunjukkan legalitas sekaligus jejak perawatan unit.
Nama merek masih berperan dalam menjaga nilai jual kembali. Gesits, Yadea, dan Polytron disebut cenderung lebih diminati dibanding merek yang belum terlalu populer di pasar.
Pasar mulai tumbuh, tetapi belum sepenuhnya matang
Meski peluangnya menarik, pasar motor listrik bekas masih menyimpan tantangan. Salah satunya adalah belum adanya standar penilaian baterai yang benar-benar jelas dan mudah dipahami konsumen.
Kondisi itu membuat harga jual kembali sering turun karena pembeli ragu terhadap kesehatan baterai. Keraguan ini wajar muncul karena baterai adalah komponen mahal dan tidak mudah dinilai hanya dari tampilan fisik kendaraan.
Masalah lain datang dari belum tersedianya fitur pemantauan kesehatan baterai yang mudah diakses pada banyak motor listrik. Akibatnya, calon pembeli tidak selalu bisa memeriksa kondisi baterai secara praktis sebelum transaksi.
Upaya membuat penilaian lebih transparan
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia atau Aismoli tengah menyiapkan sistem verifikasi standar untuk menilai kesehatan baterai. Langkah ini dinilai penting agar harga motor listrik bekas menjadi lebih transparan.
Jika sistem itu berjalan, kepercayaan konsumen berpotensi meningkat. Transparansi soal kondisi baterai juga dapat membantu pembeli memahami alasan di balik perbedaan harga antarunit.
Bagi pembeli, langkah aman tetap dimulai dari pemeriksaan baterai. Kondisinya idealnya diuji dengan alat kapasitas agar penilaian tidak hanya bergantung pada klaim penjual.
Sistem kelistrikan juga perlu dicek sebelum transaksi. Lampu, panel kontrol, dan soket harus dipastikan berfungsi normal karena gangguan di bagian ini dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan penggunaan.
Perbandingan harga dan kondisi unit juga penting dilakukan dengan teliti. Di pasar yang belum sepenuhnya matang, selisih harga antarunit bisa besar meski modelnya sama, sehingga kehati-hatian menjadi kunci bagi pembeli yang ingin mencari peluang hemat di 2026.
