Vivo sedang menyiapkan dua ponsel yang sama-sama menonjolkan baterai besar, tetapi ditujukan ke pasar berbeda. Di China, perhatian mengarah ke Vivo Y600 Turbo yang membawa baterai 9.020 mAh dan pengisian cepat 90W, sementara di Indonesia, Vivo Y500 sudah terdeteksi lewat sertifikasi Postel Komdigi.
Jejak Vivo Y500 di Indonesia muncul lewat nomor model V2570 yang didaftarkan PT Vivo Mobile Indonesia. Perangkat itu telah dikonfirmasi sebagai Vivo Y500 4G dan lolos sertifikasi dengan nomor 122013/DJID/2026 pada 19 Mei 2026.
Kehadiran model 4G ini menarik karena berbeda dari Vivo Y500 5G yang lebih dulu meluncur di China. Untuk pasar lokal, belum ada rincian resmi soal spesifikasinya, tetapi kemunculannya sudah cukup kuat untuk menunjukkan bahwa Vivo sedang mempersiapkan perangkat tersebut ke Indonesia.
Di pasar China, Vivo juga menyiapkan perangkat lain yang tak kalah mencolok. Vivo telah mengunggah poster resmi di Weibo yang mengonfirmasi debut Vivo Y600 Pro pada 25 Mei 2026, sementara model yang ramai dibicarakan sebagai Y600 Turbo disebut memiliki spesifikasi yang sangat dekat dengan iQOO Z11 versi China.
Sorotan utama Y600 Turbo ada pada kapasitas baterainya yang mencapai 9.020 mAh. Angka ini dipadukan dengan pengisian cepat 90W, sehingga ponsel tersebut tampak diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan daya tahan panjang tanpa harus sering mengisi ulang.
Layar cepat dan performa turut jadi andalan
Selain baterai, Vivo Y600 Turbo juga dibekali panel OLED 6,83 inci dengan resolusi 1,5K. Layarnya disebut mendukung refresh rate 165 Hz, yang membuatnya berpotensi menjadi salah satu ponsel Vivo pertama dengan angka penyegaran setinggi itu.
Kombinasi layar besar dan refresh rate tinggi menempatkan perangkat ini sebagai opsi yang menarik untuk gim dan hiburan. Dengan pendekatan itu, Y600 Turbo terlihat tidak hanya mengutamakan baterai, tetapi juga pengalaman visual yang mulus.
Di bagian dapur pacu, ponsel ini diprediksi memakai chipset MediaTek Dimensity 8500 berbasis 4 nm. Referensi lain juga menunjukkan iQOO Z11 China menggunakan chip yang sama, dengan dukungan RAM hingga 16 GB.
Kamera, sistem, dan desain ikut terungkap
Walau kamera bukan fokus utamanya, Vivo Y600 Turbo tetap disebut membawa sensor 50 MP yang dipadukan dengan sensor Sony LYT-600. Untuk perangkat lunak, ponsel ini dikabarkan sudah menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6.
Dari sisi tampilan luar, modul kameranya memakai bentuk squircle. Desain ini disebut berbeda dari saudaranya yang menggunakan modul melingkar, sehingga karakter visualnya tidak serupa dengan model lain di jalur yang sama.
Pilihan warna yang beredar juga sudah mulai terlihat. Menurut Gadget Beebom, perangkat ini akan hadir dalam warna putih dan pink.
Arah strategi Vivo mulai terlihat
Pergerakan dua model ini memperlihatkan pola yang cukup jelas. Vivo tidak membawa satu formula yang sama ke semua pasar, melainkan menyesuaikan model, konektivitas, dan spesifikasi sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Hal itu juga terlihat dari hubungan antara Vivo dan iQOO. Vivo Y600 Turbo digadang-gadang mirip dengan iQOO Z11 China, tetapi iQOO Z11 yang masuk Indonesia disebut berbeda dari versi China.
iQOO Z11 China mengandalkan Dimensity 8500, sedangkan iQOO Z11 Indonesia versi global akan memakai Snapdragon 7s Gen 4. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa konfigurasi produk memang bisa berubah ketika masuk ke pasar yang berbeda.
Dalam konteks itu, Vivo Y500 4G di Indonesia dan Vivo Y600 Turbo di China sama-sama memperlihatkan fokus pada baterai besar. Bedanya, China tampaknya akan mendapat paket yang lebih menonjol di layar dan performa, sedangkan Indonesia baru mulai mendapat sinyal kehadiran Y500 lewat jalur sertifikasi resmi.
Source: www.suara.com