Baterai MG4 EV Masih 88-90 Persen Setelah 10 Tahun, Harga Bekas Tetap Punya Harapan

Di pasar mobil listrik bekas, umur baterai menjadi perhatian yang paling cepat memengaruhi minat pembeli. MG Motor Indonesia menilai nilai jual kembali kendaraan listrik tidak bisa dibaca dari satu faktor saja, karena persepsi konsumen, kondisi pasar, ketahanan baterai, dan layanan purna jual saling berkaitan.

Salah satu titik yang paling sering dipersoalkan adalah ketahanan baterai saat mobil sudah dipakai lama. MG mencoba meredam kekhawatiran itu dengan membawa data penggunaan nyata MG4 EV yang menunjukkan kesehatan baterai masih berada di kisaran 88-90 persen setelah 10 tahun pemakaian.

Angka tersebut penting karena pasar mobil listrik bekas masih berada dalam fase pencarian titik seimbang. Direktur OLXmobbi, Agung, menyebut depresiasi mobil listrik bekas memang sudah terasa, terutama ketika pasar belum punya patokan yang benar-benar stabil untuk menilai unit bekas.

Ia juga menyoroti sejumlah langkah pabrikan yang ikut memengaruhi persepsi harga. Ada model yang dijual dengan harga khusus untuk 2.000 unit pertama, dan ada pula mobil yang garansi baterainya hangus ketika berpindah tangan, sehingga konsumen menjadi lebih hati-hati saat menilai unit bekas.

Baterai dan kepercayaan pembeli

Product Manager MG Motor Indonesia, Eko Fachruroji, menilai teknologi kendaraan listrik masih terus berkembang. Karena itu, pasar masih cenderung menganggap teknologi mobil bermesin konvensional lebih matang dibanding kendaraan listrik.

Dari sudut pandang MG, penurunan resale value mobil listrik lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Dua hal yang paling kuat adalah persepsi nilai dari konsumen dan kondisi pasar itu sendiri, bukan semata-mata spesifikasi mobil saat masih baru.

Di pasar kendaraan listrik bekas, kondisi baterai menjadi perhatian utama karena berhubungan langsung dengan rasa aman pembeli. MG menyebut semakin baik performa baterai dalam jangka panjang, semakin positif pula persepsi terhadap nilai mobil listrik tersebut.

Eko menjelaskan, ketika konsumen melihat baterai tetap tahan dipakai lama, persepsi value akan terbentuk dengan sendirinya. Itulah sebabnya isu degradasi baterai menjadi salah satu pembahasan paling sensitif dalam jual beli mobil listrik bekas.

Ekosistem ikut menentukan harga

MG juga melihat nilai jual kembali tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga oleh ekosistem yang mengelilinginya. Tingkat adopsi kendaraan listrik dinilai berpengaruh karena populasi yang lebih besar bisa membuat pasar bekas lebih sehat.

Semakin banyak pengguna dan semakin kuat penjualan mobil listrik, pasar sekunder dinilai berpeluang menjadi lebih aktif. Saat model listrik makin lazim di jalan, kekhawatiran konsumen cenderung menurun dan transaksi di pasar bekas bisa bergerak lebih lancar.

Layanan purna jual juga masuk dalam daftar penentu utama. Jaringan servis, kualitas dukungan merek, dan kemudahan penanganan kendaraan ikut membentuk keyakinan pembeli ketika memilih mobil listrik bekas.

Bagi MG, persaingan kendaraan listrik tidak berhenti pada penjualan unit baru. Kekuatan merek setelah mobil dipakai beberapa tahun ikut menentukan seberapa jauh nilai kendaraan itu bisa bertahan di pasar sekunder.

Pasar bekas masih mencari bentuk

Kondisi saat ini menunjukkan harga mobil listrik bekas belum memiliki acuan yang benar-benar mapan. Karena itu, usia pakai di atas tiga tahun menjadi salah satu fase yang paling sensitif bagi penilaian pasar.

Dalam situasi seperti ini, pembeli cenderung memperhatikan lebih banyak hal sebelum mengambil keputusan. Selain baterai, mereka juga melihat apakah garansi masih berlaku dan bagaimana dukungan servis dari merek terkait.

MG menilai tantangan tersebut masih bagian dari fase awal pembentukan pasar kendaraan listrik bekas di Indonesia. Selama persepsi konsumen belum sepenuhnya stabil, harga akan tetap mudah terpengaruh oleh umur baterai, kebijakan garansi, dan kekuatan layanan purna jual.

Pada akhirnya, nilai sebuah mobil listrik bekas kini dibentuk oleh gabungan banyak faktor. Battery health, keberlanjutan garansi, populasi kendaraan, dan jaringan servis sama-sama ikut menentukan seberapa kuat sebuah model bertahan di pasar.

Source: kabaroto.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer