Bears Langsung Dikepung Jadwal Tersulit NFL 2026, Bengals Justru Punya Jalan Mulus

Author: Redaksi Android62

Kansas City masuk ke jadwal NFL 2026 dengan beban yang tidak ringan. Berdasarkan rekor menang-kalah lawan yang akan mereka hadapi pada 2026, Chiefs tercatat memiliki jadwal kelima tersulit di liga.

Itu berarti ruang untuk start nyaman nyaris tidak ada. Chiefs harus menjalani dua pertemuan melawan Broncos dan Chargers yang sama-sama meraih kemenangan dua digit pada 2025, lalu menghadapi laga berat lain melawan Bills, Rams, dan Seahawks di kandang lawan.

Situasi ini terasa kontras dengan reputasi Kansas City yang biasanya sangat stabil. Setelah rangkaian panjang berisi sembilan gelar divisi beruntun, tujuh AFC title game berturut-turut, dan lima penampilan Super Bowl dari enam kesempatan sebelumnya, musim 2025 justru berakhir dengan rekor 6-11.

Masalahnya bukan hanya hasil akhir. Chiefs kalah dalam sembilan dari 10 laga yang ditentukan satu skor, dan musim Patrick Mahomes selesai lebih cepat setelah ACL kiri-nya robek dalam kekalahan yang menutup peluang playoff.

Meski begitu, ada tanda positif dari sisi pemulihan. Laporan yang muncul menyebut Mahomes bergerak ke arah kesiapan untuk awal musim, sesuatu yang penting bagi tim yang masih bertumpu pada kualitas quarterback-nya.

Kansas City juga mencoba menambal beberapa bagian yang dinilai perlu dorongan baru. Mereka menaik draft untuk memilih cornerback LSU Mansoor Delane di putaran pertama, lalu menambah running back Kenneth Walker III sebagai sumber ledakan yang sempat kurang dalam beberapa musim terakhir.

Jadwal berat, tekanan besar

Jadwal Chiefs makin sulit karena lawan-lawan yang sudah menunggu di luar divisi. Selain Broncos dan Chargers yang sama-sama finis dengan dua digit kemenangan pada 2025, mereka juga akan menjamu Patriots dan 49ers, dua nama yang membuat jalur awal musim tidak bisa dianggap santai.

Di atas kertas, daftar itu memberi sedikit ruang untuk membangun ritme. Kansas City harus cepat menemukan stabilitas jika tidak ingin kembali terjebak dalam tekanan yang mereka alami musim lalu.

Di sisi lain, tidak semua tim besar masuk 2026 dengan alarm yang sama kerasnya. Sebagian justru mendapat jalur yang lebih bersahabat, dan itu bisa mengubah arah persaingan lebih cepat dari dugaan banyak orang.

Cincinnati termasuk yang berada di ujung lain spektrum. Bengals menjalani tiga musim beruntun tanpa playoff setelah sebelumnya sempat mencapai Super Bowl pada musim kedua Joe Burrow dan AFC Championship Game setahun kemudian.

Musim lalu mereka finis 6-11, yang menjadi rekor kalah pertama sejak musim rookie Burrow pada 2020. Namun, offseason mereka menunjukkan upaya serius untuk menutup kelemahan terbesar, terutama di pertahanan.

Cincinnati tetap menjadi satu-satunya tim di divisinya yang tidak mengganti kepala pelatih. Mereka juga bergerak agresif dengan menukar pilihan ke-10 ke Giants untuk mendapatkan defensive tackle Dexter Lawrence II beberapa hari sebelum draft.

Pada saat yang sama, sisi ofensif tetap menjadi kekuatan utama. Semua 11 starter offense dari 2025 kembali, dan ketika Burrow sehat, unit itu masih berada di level elit.

Itu sebabnya jadwal mereka terasa sangat membantu. Berdasarkan rekor lawan-lawan yang akan dihadapi pada 2026, Bengals memiliki jadwal ketiga termudah di liga dan hanya empat laga melawan tim yang mencatat rekor menang musim lalu.

Miami, sebaliknya, sedang berada di fase bongkar ulang yang besar. Klub itu berpisah dengan GM Chris Grier di tengah musim dan melepas pelatih kepala Mike McDaniel setelah musim berakhir.

Perombakan mereka langsung terasa di roster. Tyreek Hill dan Tua Tagovailoa dilepas, sementara beban dead cap yang besar ikut menyertai transisi tersebut.

Miami kemudian mendatangkan Malik Willis, yang sempat memperlihatkan kilasan potensi sebagai cadangan Packers tetapi belum teruji sebagai starter penuh. Tak berhenti di situ, Jaylen Waddle juga ditukar ke Broncos untuk pilihan putaran pertama.

Walau banyak bagian inti sudah berubah, label sebagai kandidat nomor 1 draft belum bisa ditempel begitu saja. Jadwal Dolphins memang keras karena mereka berada di urutan kedua tersulit berdasarkan rekor lawan-lawan 2026, dengan sembilan pertandingan melawan tim playoff musim lalu dan 11 laga melawan tim berekor menang.

NFL juga terus menunjukkan bahwa perubahan bisa datang cepat. Dua tim yang tampil di Super Bowl musim lalu sama-sama gagal ke playoff pada musim sebelumnya, dan Seahawks serta Patriots tidak dipandang sebagai favorit besar ketika jadwal dirilis.

Itu membuka ruang bagi tim yang sempat terpeleset untuk bangkit. Lions, misalnya, masuk pembicaraan karena baru finis 9-8 dan absen dari playoff meski sebelumnya pernah tampil di NFC Championship Game dan menjadi unggulan nomor 1 NFC dalam dua musim sebelumnya.

Detroit juga mendapat jadwal ketujuh termudah berdasarkan rekor lawan 2025. Kondisi itu membuat mereka layak dilihat sebagai kandidat bangkit yang serius, bukan sekadar tim yang berharap kejutan kecil.

Nama lain yang ikut diuntungkan adalah Saints. Mereka disebut menjalani offseason yang baik, merasa positif dengan Kellen Moore dan Tyler Shough, serta memiliki jadwal kedua termudah menurut rekor lawan-lawan 2026 mereka.

Falcons dan Colts juga berada di jalur yang relatif lebih ringan. Keduanya mendapat jadwal keempat dan kelima termudah, sementara Ravens tetap punya Lamar Jackson dan menghadapi jadwal kesembilan termudah, sehingga peta persaingan 2026 masih terbuka lebar bagi tim-tim yang nyaris lolos musim sebelumnya.

Source: www.espn.com
Berita Terbaru