Bedah Robotik Disiapkan Saat Lansia Indonesia Diproyeksi Tembus 65 Juta pada 2045

Rumah sakit di berbagai daerah didorong meningkatkan teknologi alat kesehatan untuk menghadapi kebutuhan operasi pasien lanjut usia yang diproyeksikan bertambah besar. Salah satu perhatian Kementerian Kesehatan adalah pemanfaatan sistem robotik untuk tindakan bedah yang lebih presisi.

Teknologi tersebut dipertimbangkan karena dapat mendukung sayatan yang lebih kecil pada prosedur operasi. Pendekatan ini juga dinilai dapat membantu menekan kemungkinan infeksi pascaoperasi, terutama pada pasien yang menjalani bedah terbuka.

Kebutuhan Bedah untuk Lansia Meningkat

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, dr Yanti Herman, menilai tindakan bedah bagi pasien berusia lanjut perlu memakai pendekatan yang meminimalkan rasa sakit. Pertimbangan itu menjadi semakin penting seiring perubahan struktur penduduk Indonesia menuju 2045.

Dr Yanti mengatakan teknologi robotik memungkinkan tindakan dengan tingkat presisi tinggi dan luka sayatan lebih kecil. Risiko infeksi menjadi perhatian karena pasien dapat membutuhkan penanganan kembali setelah operasi apabila terjadi komplikasi infeksi.

Penguatan teknologi alat kesehatan diposisikan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan layanan penyakit kronis. Kesiapan rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan tindakan operasi, tetapi juga dengan kemampuan melayani kelompok usia lanjut yang jumlahnya terus bertambah.

20 Persen Penduduk Diproyeksikan Berusia Lanjut

Kementerian Kesehatan memperkirakan proporsi penduduk usia lanjut meningkat dari 12 persen saat ini menjadi 20 persen pada 2045. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 65 juta penduduk yang didominasi kelompok lansia.

IndikatorSaat IniProyeksi 2045
Proporsi penduduk usia lanjut12 persen20 persen
Jumlah penduduk usia lanjutSekitar 65 juta orang

Peningkatan jumlah lansia diperkirakan berjalan seiring dengan naiknya kebutuhan penanganan berbagai penyakit kronis. Kondisi yang menjadi perhatian mencakup penyakit jantung, kanker, osteoartritis, kanker prostat, dan kanker kolorektal.

Risiko kanker cenderung meningkat seiring pertambahan usia karena proses penuaan berkaitan dengan munculnya beragam jenis kanker. Dr Yanti secara khusus menyinggung osteoartritis dan kanker prostat sebagai kondisi yang perlu diantisipasi pada kelompok usia lanjut.

Rumah Sakit Didorong Memperkuat Kesiapan

Health.detik.com melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan menempatkan penguatan teknologi kesehatan sebagai salah satu langkah menghadapi perubahan kebutuhan layanan tersebut. Fokusnya mencakup tindakan yang presisi, sayatan kecil, serta kemungkinan infeksi yang lebih rendah.

Proyeksi 2045 menunjukkan bahwa kesiapan layanan bagi lansia akan menjadi bagian penting dari penanganan penyakit jantung dan kanker di Indonesia. Rumah sakit di seluruh daerah didorong terus meningkatkan kapasitas teknologinya untuk menjawab kebutuhan itu.

Berita Terkait