Belanja TFC Harus Sesuai Kemampuan, Irfan Bakti Ingatkan Ancaman Turun Kasta

Author: Redaksi Android62

Terengganu FC masih punya ruang untuk bertahan di Liga Super, tetapi Irfan Bakti Abu Salim menilai langkah paling aman adalah menyesuaikan belanja dengan kemampuan klub. Menurut mantan pelatih kepala Terengganu itu, keputusan soal masa depan TFC tidak boleh dipisahkan dari kondisi keuangan yang sedang dihadapi.

Irfan menegaskan bahwa pengeluaran yang realistis jauh lebih penting daripada berusaha tampil besar tanpa dasar finansial yang kuat. Ia mengingatkan bahwa prinsip sederhana seperti “cut your coat according to your cloth” tetap relevan untuk situasi TFC, terutama ketika klub disebut-sebut berpotensi tergelincir ke A1 Semi-Pro League akibat masalah dana.

Belanja harus sejalan dengan kemampuan

Dalam pandangan Irfan, TFC tidak perlu mengambil tindakan ekstrem jika manajemen masih bisa menata ulang cara pengeluaran. Ia melihat klub asal Terengganu itu masih memiliki peluang mempertahankan status di kompetisi tertinggi, asalkan disiplin dalam mengatur biaya dan tidak mengulangi pola belanja yang tidak sesuai kemampuan.

Ia juga menilai pengelolaan yang hati-hati bukan sekadar upaya menekan beban, tetapi bagian dari menjaga masa depan klub. Jika belanja terus disesuaikan dengan kapasitas nyata, beban utang besar bisa dihindari dan stabilitas tim lebih terjaga dalam jangka panjang.

Masih ada ruang penataan

Salah satu alasan Irfan tidak melihat situasi TFC sebagai kondisi yang sepenuhnya buntu adalah karena masalah keuangan klub itu dinilainya tidak separah beberapa tim lain. Dari sudut pandang tersebut, masih ada ruang untuk melakukan penataan ulang secara lebih terstruktur tanpa harus langsung mengarah ke langkah yang lebih drastis.

Ia menilai persoalan TFC tidak hanya berhenti pada performa di lapangan. Fondasi keuangan menjadi bagian yang sama pentingnya, karena klub yang ingin bertahan lama harus memiliki kontrol belanja yang kuat dan strategi yang sesuai dengan kapasitas yang tersedia.

Tekanan dari kondisi finansial

Sebelumnya, presiden Persatuan Bola Sepak Negeri Terengganu (PBSNT), Hishamuddin Abdul Karim, menyebut TFC tidak menutup kemungkinan tampil di A1 Semi-Pro League musim depan. Pernyataan itu muncul karena keterbatasan finansial masih menjadi tantangan utama yang membebani klub.

Hishamuddin menggambarkan situasi tersebut sebagai penyakit kronis yang perlu ditangani dengan cermat. Meski begitu, pengurusan masih terus menyempurnakan pembahasan sebelum keputusan akhir dibuat, sehingga arah masa depan klub belum benar-benar ditetapkan.

Posisi klub di klasemen

Di tengah pembicaraan soal masa depan itu, TFC masih berkompetisi di Liga Super dan menempati posisi kelima dengan 32 poin dari 20 pertandingan. Kompetisi masih menyisakan empat laga, sehingga hasil akhir musim ini akan sangat menentukan ruang gerak klub untuk mempertahankan status sekaligus memperbaiki struktur keuangannya.

Dalam konteks sepak bola lokal yang makin menuntut kedisiplinan finansial, Irfan menilai mekanisme seperti Financial Fair Play turut membuat klub tidak lagi leluasa membelanjakan dana tanpa perhitungan. Karena itu, pendekatan realistis dianggap menjadi jalan yang paling masuk akal agar TFC tetap bertahan di level tertinggi.

Source: www.bernama.com
Berita Terbaru