Beli Murah, Siap Tekor di SPBU, 5 Motor Bekas Ini Sering Bikin Menyesal

Author: Redaksi Android62

Di pasar motor bekas, angka jual murah sering membuat orang cepat tergoda. Namun pada beberapa model, pengeluaran harian justru bisa membengkak karena bensin dan perawatan terasa lebih berat daripada harga belinya.

Kondisi seperti ini banyak muncul pada motor lawas yang lahir saat efisiensi bahan bakar belum jadi perhatian utama. Ada juga model yang memang dirancang untuk mengejar performa, sehingga pemilik baru harus siap dengan biaya pakai yang tidak ringan.

Boros di awal, berat di belakang

Salah satu yang paling sering disebut adalah Yamaha Mio karburator. Skutik generasi awal ini memang pernah sangat populer, tetapi konsumsi bensinnya dikenal tinggi dan biaya perawatannya juga kerap terasa berat.

Di kalangan mekanik dan pencinta kecepatan, Mio karbu tetap punya daya tarik tersendiri. Material silinder bawaannya disebut tebal, bahkan memungkinkan pemasangan piston hingga 63 mm dari ukuran standar pabrikan yang berada di kisaran 50-an mm.

Herdi Nofriadi dari kanal YouTube HND Garage menilai motor ini memang layak disebut sangat boros. Menurut dia, bukan hanya bensinnya yang terasa berat, tetapi juga urusan perawatan yang ikut menguras biaya.

Di pasar bekas, Yamaha Mio karbu umumnya ditawarkan mulai sekitar Rp 3 jutaan hingga Rp 12 jutaan. Harga itu sangat bergantung pada kondisi dan orisinalitas unitnya.

Performa cepat, isi tangki ikut cepat habis

Kawasaki Ninja 150 varian 2-tak juga masuk daftar motor yang sering membuat pemilik baru menyesal setelah membeli. Motor ini masih diburu karena suara khas, akselerasi instan, dan citra sporty yang kuat sampai sekarang.

Mesin 2-tak dengan teknologi katup Super KIPS memberi tarikan yang cepat dan terasa ringan. Tapi karakter seperti itu datang bersama konsekuensi operasional yang besar karena frekuensi mampir ke SPBU ikut meningkat.

Herdi menggambarkan tarikan motor ini ringan dan “nampol”, tetapi dompet ikut terasa “was-wus” karena pengeluaran bensin cepat terkuras. Harga bekas Kawasaki Ninja 150R dan 150RR pun masih tinggi, berkisar dari Rp 23.000.000 hingga menembus Rp 50.000.000 untuk unit terawat.

Sport fairing dua silinder yang ikut menggoda

Pilihan lain yang kerap terlihat menarik adalah Kawasaki Ninja 250 4-tak generasi karburator. Harga bekasnya sudah turun jauh, sehingga banyak orang tertarik memboyongnya pulang.

Motor sport fairing dua silinder ini kini bisa ditemukan dari kisaran belasan juta, bahkan sekitar Rp 14,8 juta hingga Rp 30 jutaan. Meski begitu, sistem pengabutan masih mengandalkan dua karburator konvensional untuk dua silinder 125 cc.

Herdi menyebut sensasinya seperti menghidupi dua motor karburator sekaligus dalam satu waktu. Dari sisi tampilan dan suara, Ninja 250 karbu memang masih memberi kesan moge kecil yang gagah, tetapi untuk mobilitas rutin konsumsi BBM-nya perlu diperhitungkan matang.

Bukan motor harian yang ramah kantong

Yamaha RX-King punya posisi berbeda karena sudah bergeser dari kendaraan fungsional menjadi barang hobi dan investasi. Unit yang dirawat baik dengan komponen orisinal kini bisa dihargai sangat tinggi di pasar.

Mesin 2-tak 135 cc milik RX-King dikenal sangat boros bensin sekaligus oli samping. Beban biaya itu sering bertambah karena banyak pemilik melakukan modifikasi performa, mengganti knalpot racing, atau merestorasi total motor.

Di pasar online, harga RX-King sangat fluktuatif, mulai dari sekitar Rp 13,8 juta hingga Rp 88 juta untuk unit istimewa. Motor ini jelas bukan pilihan rasional bagi pembeli yang mengutamakan efisiensi pengeluaran bulanan.

Moge klasik yang juga tidak ramah konsumsi

Honda CB400 Super Four membuktikan bahwa mesin besar tidak selalu sejalan dengan biaya pakai yang ramah. Moge klasik 400 cc ini memikat lewat desain kekar dan raungan empat silinder segaris yang khas.

Sumber utama keborosannya ada pada empat karburator vakum yang menyuplai empat silinder sekaligus. Dalam gambaran sederhana, karakter ini terasa seperti membawa empat motor yang bekerja bersamaan dalam urusan asupan bahan bakar.

Herdi menyebut satu karburator vakum di skutik saja sudah sering dikeluhkan boros, apalagi jika ada empat yang berbaris untuk mesin 400 cc. Di marketplace, beberapa unit Honda CB400 Super Four terpantau dijual di kisaran Rp 59 jutaan, meski harganya kerap sulit ditebak.

Lima motor itu menunjukkan bahwa harga bekas yang terlihat menggoda tidak otomatis berarti hemat saat dipakai rutin. Bagi pembeli yang menjadikan motor sebagai kendaraan operasional, konsumsi bensin dan biaya rawat perlu dihitung sejak awal agar tidak kecewa setelah unit dibawa pulang.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru