Bennett Ungkap Israel Pernah Selundupkan Starlink ke Iran, Upaya Guncang Teheran dari Dalam

Author: Redaksi Android62

Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengungkap bahwa negaranya pernah menyelundupkan ribuan perangkat Starlink ke Iran untuk membantu kelompok anti-pemerintah berkomunikasi. Menurut Bennett, langkah itu ditujukan agar gelombang protes di Iran bisa berkembang menjadi tekanan politik yang lebih besar.

Pengakuan itu ia sampaikan dalam Konferensi Kebijakan Internasional JNS di Jerusalem. Bennett, yang memimpin Israel pada 2021 hingga 2022, mengatakan inisiatif tersebut mencakup pembelian dan penyelundupan perangkat agar akses jaringan sosial dan internet tetap terbuka di Iran.

Starlink Jadi Alat Komunikasi di Tengah Pembatasan Internet

Starlink merupakan layanan internet satelit milik SpaceX, perusahaan milik Elon Musk. Layanan ini memang dirancang untuk menjangkau wilayah terpencil dan kerap dianggap penting di negara yang menerapkan pembatasan internet ketat.

Iran sebelumnya menuduh Israel dan Amerika Serikat menyelundupkan perangkat itu untuk melemahkan keamanan negara tersebut. Starlink sendiri tidak memiliki izin resmi untuk beroperasi di Iran, meski Musk sebelumnya mengatakan layanan itu aktif di sana.

Bennett menegaskan bahwa perangkat itu dibutuhkan agar para pengunjuk rasa dapat berkomunikasi lebih mudah. Ia menilai, jika infrastruktur itu tetap tersedia, protes di dalam negeri bisa memiliki dampak yang lebih besar.

Rencana yang Berhenti di Tengah Jalan

Dalam pernyataannya, Bennett menyebut rencana tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan karena pemerintah Israel saat ini menghentikannya. Ia juga melontarkan kritik dengan menyebut pemerintah sekarang “tidak kompeten” karena menghentikan proses itu.

Bennett menambahkan bahwa ketika protes kembali meletus, jaringan yang semestinya menopang komunikasi sudah tidak lagi ada. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum segera menanggapi pertanyaan terkait pernyataan tersebut.

Dimensi Politik dan Ketegangan yang Lebih Luas

Isu internet satelit sudah lama menjadi bagian dari ketegangan di Iran. Otoritas Iran kerap menutup akses publik ke internet saat terjadi kerusuhan, termasuk selama protes nasional yang mematikan pada Januari 2026 dan saat perang AS-Israel dengan Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa sejumlah warga Iran beralih ke Starlink selama pemadaman internet. Kondisi itu memperlihatkan betapa pentingnya akses komunikasi di tengah pembatasan yang diberlakukan pemerintah.

SpaceX juga tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar di luar jam kerja Amerika Serikat. Di sisi lain, pernyataan Bennett memiliki bobot politik domestik di Israel karena ia termasuk politisi oposisi yang bersaing untuk menggantikan Netanyahu dalam pemilihan yang akan digelar paling lambat Oktober mendatang.

Dalam forum yang sama, Bennett menyerukan agar Israel dan negara-negara Timur Tengah lain bersatu untuk menolak dan menggulingkan pemerintah Iran. Ia menyebut rezim di Teheran sebagai pemerintahan yang busuk, tua, terputus, dan tidak kompeten, lalu menyamakannya dengan kejatuhan Uni Soviet.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru