Beritajatim Dinilai Menopang Ekosistem Pers Daerah, PWI Jatim Tekankan Peran Dua Dekade Media Ini

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim menempatkan beritajatim.com sebagai salah satu penopang penting pers daerah. Dalam pandangannya, media itu bukan sekadar ruang publikasi berita, melainkan bagian dari ekosistem yang ikut menjaga pers tetap hidup, sehat, dan relevan di tengah perubahan industri.

Penilaian tersebut ia sampaikan saat menerima beritajatim Award kategori Special Collaboration subkategori Lembaga Pendukung Keberlanjutan dalam rangkaian HUT ke-20 beritajatim.com di Ballroom Lantai 4 Grand City Surabaya. Momen itu memperkuat sikap Lutfil bahwa media daerah yang kuat dibutuhkan agar kerja jurnalistik tidak kehilangan daya tahan di tengah tekanan yang terus berkembang.

Peran Beritajatim di luar ruang redaksi

Lutfil menilai kontribusi beritajatim tidak berhenti pada pemberitaan harian. Ia melihat perjalanan media ini menunjukkan konsistensi sebagai media daerah yang punya pengaruh, termasuk karena ikut membangun jejaring dan dukungan yang membuat kerja pers tetap berjalan.

Dalam pandangan itu, kekuatan sebuah media tidak hanya diukur dari banyaknya berita yang terbit. Ada unsur lain yang ikut menentukan, yakni ekosistem yang menopang operasional dan keberlanjutan redaksi agar bisa terus bekerja secara stabil.

Ia juga menyinggung peran sejumlah tokoh di balik Beritajatim, termasuk “Mas Luki, Mas Air, dan Bu Nining”. Menurut Lutfil, mereka memiliki posisi penting dalam dunia pers, terutama di bidang periklanan yang ikut memberi dukungan bagi keberlangsungan media.

Media daerah dan fungsi mencerdaskan publik

Selain menyoroti sisi kelembagaan, Lutfil menekankan fungsi media daerah sebagai penyampai informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia memandang redaksi tetap punya tanggung jawab edukatif, terutama ketika industri media menjadi semakin kompleks dan penuh tekanan.

Karena itu, ia mengingatkan agar media tidak lelah menjalankan peran mencerdaskan publik. “Jangan pernah lelah untuk terus mencerdaskan kehidupan masyarakat, khususnya warga Jawa Timur,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa media daerah tidak cukup hanya cepat menyampaikan informasi. Media juga perlu menjaga kualitas isi agar pembaca memperoleh pengetahuan yang jelas, berguna, dan mampu membantu membangun literasi publik.

Tantangan industri tidak menghapus keyakinan

Lutfil tidak menutup mata terhadap beratnya situasi industri media saat ini. Meski demikian, ia tetap menunjukkan optimisme bahwa beritajatim masih bisa bertahan dan terus berkembang di tengah perubahan yang ada.

“Saya yakin Beritajatim akan tetap bertahan dan terus jaya,” katanya. Keyakinan itu menunjukkan harapan bahwa media daerah seperti beritajatim masih memiliki ruang penting dalam menjaga keberlanjutan pers, terutama di Jawa Timur.

Optimisme tersebut juga sejalan dengan pandangannya bahwa media yang memiliki fondasi ekosistem kuat akan lebih mampu menghadapi tekanan. Dengan dukungan yang terbangun dari berbagai sisi, fungsi informasi dan edukasi dinilai tetap bisa dijalankan secara konsisten.

Tulang punggung pers daerah

Dalam pandangan Lutfil, beritajatim tidak pantas diposisikan hanya sebagai pelengkap dalam lanskap media. Ia justru melihat media ini sebagai backbone atau tulang punggung yang menopang ekosistem pers daerah, bahkan dalam konteks yang lebih luas di tingkat nasional.

Pernyataan itu menempatkan peran media lokal sebagai bagian yang strategis, bukan sekadar penyeimbang di pinggir arus utama. Beritajatim dinilai mampu menjaga fungsi informasi, edukasi, dan dukungan terhadap ekosistem pers secara bersamaan.

Dari dua dekade perjalanannya, Lutfil melihat ada nilai penting yang terus dijaga oleh beritajatim, yakni kemampuan untuk tetap hadir sebagai media daerah yang berpengaruh. Posisi itu membuat keberadaannya dinilai relevan bukan hanya bagi pembaca, tetapi juga bagi keberlanjutan pers di Jawa Timur.

Source: beritajatim.com

Berita Terkait