Berkshire Kembali Buyback, Cadangan Kas Rp6.882 Triliun Jadi Senjata Greg Abel

Author: Redaksi Android62

Berkshire Hathaway kembali mengaktifkan pembelian kembali saham setelah manajemen menilai harga pasar masih berada di bawah nilai intrinsiknya. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan juga mengeluarkan buyback senilai US$234,2 juta sambil tetap menjaga cadangan kas dalam jumlah yang sangat besar.

Langkah itu muncul di tengah perubahan arah yang mulai terasa di bawah Greg Abel, yang menggantikan Warren Buffett pada awal tahun ini. Bersamaan dengan itu, Berkshire juga membagikan dividen kepada investor dan memperlihatkan bahwa kas besar perusahaan kini dipakai lebih selektif.

Posisi dana Berkshire bahkan naik ke level tertinggi sepanjang sejarah. Simpanan kas perusahaan mencapai US$397 miliar atau sekitar Rp6.882 triliun, sementara total kas bersihnya tercatat US$380 miliar pada akhir kuartal tersebut.

Besarnya cadangan itu memberi Berkshire ruang gerak yang luas saat pasar masih berhati-hati. Di saat yang sama, saham Berkshire turun 5,9 persen sepanjang tahun ini hingga penutupan perdagangan Jumat, sehingga fleksibilitas kas menjadi salah satu penopang utama perusahaan.

Di bawah kepemimpinan Abel, Berkshire tidak bergerak agresif mengejar aset baru. Namun perusahaan tetap mempertahankan kemampuan untuk bertindak cepat jika valuasi dan kondisi pasar dianggap mendukung.

Buyback kembali menjadi alat penting

Aktivasi kembali program pembelian saham menandai penyesuaian penting dalam kebijakan modal Berkshire. Greg Abel menyebut dirinya dan Buffett telah menyimpulkan bahwa nilai intrinsik saham perusahaan lebih tinggi daripada nilai pasarnya, dan penilaian itu menjadi dasar buyback dijalankan lagi.

Langkah ini menunjukkan cara kerja baru yang tetap disiplin terhadap penggunaan modal. Berkshire tidak menghabiskan kas tanpa arah, melainkan memakainya ketika manajemen melihat harga saham masih berada di bawah nilai yang semestinya.

Pembelian kembali saham juga memberi sinyal awal bagaimana Abel mengelola transisi kepemimpinan. Dengan kas sebesar itu, perusahaan masih memiliki banyak ruang untuk membeli aset, tetapi pendekatannya terlihat lebih hati-hati dan selektif.

Laba operasional ikut menguat

Di sisi kinerja, Berkshire Hathaway mencatat laba operasional sebesar US$11,35 miliar pada kuartal pertama 2026. Angka itu naik 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penguatan tersebut terutama datang dari bisnis asuransi, yang kembali menjadi mesin penting bagi konglomerasi ini. Laba penjaminan emisi di bisnis asuransi mencapai US$1,7 miliar, naik 29 persen dari tahun lalu.

Perbaikan ini terjadi setelah periode sebelumnya perusahaan menanggung kerugian akibat kebakaran hutan di Los Angeles. Kombinasi laba yang membaik dan cadangan kas yang sangat besar membuat posisi Berkshire semakin kuat menghadapi ketidakpastian pasar.

Portofolio mulai disesuaikan

Selain buyback, ada juga perubahan pada sisi investasi. Berkshire melepas kepemilikan saham secara bersih senilai US$8,1 miliar pada kuartal pertama, yang menandakan portofolio mulai digeser di bawah kepemimpinan baru.

Abel juga mulai menata ulang portofolio investasi yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan Todd Combs. Todd Combs sendiri telah beralih peran ke JPMorgan Chase & Co. sebagai penasihat investasi sejak Desember lalu.

Rangkaian langkah itu memperlihatkan arah awal Berkshire di era Abel. Kas besar tetap dijaga, portofolio dibersihkan seperlunya, dan buyback dipakai ketika saham dinilai berada di bawah nilai intrinsik.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru