Besi-60 Ditemukan di Es Antartika, Jejak Ledakan Bintang yang Mengubah Baca Tata Surya

Author: Redaksi Android62

Jejak besi-60 yang ditemukan di lapisan es Antartika memberi petunjuk baru bahwa Bumi terus menerima debu antarbintang dari lingkungan galaksi di sekitarnya. Isotop ini hanya terbentuk saat bintang masif meledak sebagai supernova, sehingga keberadaannya menjadi penanda kuat adanya materi dari ledakan bintang.

Temuan itu berasal dari analisis sampel es purba yang diperkirakan berusia 40.000 hingga 80.000 tahun. Tim peneliti menguji sekitar 300 kilogram sampel dengan spektrometri massa akselerator yang sangat sensitif, lalu mendeteksi atom-atom besi-60 di dalamnya.

Perubahan kadar dalam lapisan es

Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi besi-60 yang berbeda pada lapisan es yang diuji. Sampel yang lebih tua justru mengandung besi-60 lebih rendah dibandingkan endapan yang lebih baru.

Perbedaan itu menunjukkan bahwa jumlah debu antarbintang yang mencapai Bumi tidak selalu sama. Peneliti menilai intensitas kedatangannya berubah-ubah selama puluhan ribu tahun terakhir.

Dugaan asal dari Awan Antarbintang Lokal

Dominik Koll, penulis utama studi dari Institut Fisika Sinar Ion dan Penelitian Material HZDR, menjelaskan bahwa partikel debu bintang yang sangat kecil dapat menembus batas luar tata surya. Setelah masuk ke atmosfer Bumi, partikel itu kemudian mengendap, termasuk di wilayah kutub.

Para ilmuwan menilai sumber paling masuk akal bagi isotop tersebut adalah ledakan supernova di sekitar Awan Antarbintang Lokal atau Local Fluff. Awan ini merupakan wilayah gas, debu, dan plasma yang saat ini sedang dilalui tata surya.

Temuan ini juga memperkuat dugaan bahwa awan gas yang menyelimuti tata surya sekarang adalah sisa dari ledakan bintang pada masa lampau. Dengan begitu, es Antartika menjadi semacam arsip alami yang menyimpan jejak interaksi Bumi dengan ruang antarbintang.

Arah riset berikutnya

Saat ini, tata surya diperkirakan telah melintasi Awan Antarbintang Lokal selama sekitar 40.000 hingga 124.000 tahun. Berdasarkan perhitungan lintasan, Bumi diperkirakan akan keluar dari kawasan awan gas itu dalam beberapa ribu tahun ke depan.

Tim peneliti berencana menganalisis sampel es yang lebih tua untuk menguji konsistensi temuan tersebut. Langkah berikutnya juga ditujukan untuk memperdalam pemahaman tentang asal-usul dan evolusi awan antarbintang di sekitar lingkungan galaksi.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru