Gemini Kini Bisa Menyusun Slide dari Email dan File, Kerja Repetitif di Slides Terpangkas

Author: Redaksi Android62

Google membawa Gemini lebih dalam ke alur kerja harian lewat kemampuan baru di Google Slides. Kini, pengguna bisa meminta AI itu menyusun presentasi utuh dari perintah singkat, termasuk dengan memanfaatkan file yang tersimpan di Google Drive.

Pembaruan ini menargetkan pekerjaan yang selama ini paling menyita waktu saat membuat presentasi. Pemindahan teks, grafik, dan poin penting dari banyak dokumen ke dalam slide satu per satu kini bisa dipangkas jauh lebih cepat.

Mengambil bahan dari banyak sumber

Gemini tidak hanya bekerja dari satu file yang dipilih pengguna. Sistem ini dapat menggabungkan isi dari beberapa dokumen sekaligus, lalu merangkainya menjadi presentasi yang siap disunting.

Dalam praktiknya, grafik dari satu dokumen, teks dari dokumen lain, dan materi pendukung lain bisa dikumpulkan dalam satu deck. Pengguna juga tidak perlu bolak-balik menyalin konten dari berbagai sumber secara manual.

Yang menarik, Gemini juga bisa memunculkan dokumen, email, dan percakapan Google Chat yang dinilai relevan dengan topik presentasi. Dalam skenario rapat klien, detail seperti timeline proyek yang sempat dibahas di email atau Chat dapat ditemukan kembali untuk dipertimbangkan masuk ke slide.

Meski begitu, pengguna tetap memegang kendali atas materi yang akan dipakai. Gemini hanya menampilkan sumber yang mungkin relevan, lalu pengguna yang memutuskan konten mana yang benar-benar dimasukkan.

Dimulai dari outline, bukan langsung jadi

Google merancang proses ini agar tetap kolaboratif. Sebelum slide dibuat, Gemini lebih dulu menyusun outline yang bisa ditinjau dan disesuaikan.

Tahap awal itu memberi ruang revisi lebih cepat. Pengguna bisa meminta deck dibuat lebih singkat, lebih profesional, disederhanakan bahasanya untuk audiens yang lebih luas, atau diarahkan lebih fokus ke topik tertentu.

Setelah struktur disetujui, barulah Gemini membuat slide lengkapnya. Alur seperti ini membantu pengguna menghindari pengulangan kerja ketika arah presentasi belum sesuai sejak awal.

Desain lama tetap bisa diikuti

Selain mengumpulkan materi, Gemini juga dapat mencocokkan gaya presentasi yang sudah ada. Jika dibutuhkan, AI ini bisa mengikuti desain dan tata letak dari presentasi lain agar hasilnya konsisten dengan format tim atau perusahaan.

Kemampuan itu berguna bagi organisasi yang punya standar visual tertentu. Presentasi baru dapat disusun tanpa harus mengulang pekerjaan desain dari nol di setiap proyek.

Siapa yang bisa memakainya

Untuk saat ini, fitur pembuatan presentasi tersebut baru tersedia dalam bahasa Inggris. Google menyebut peluncurannya sudah dimulai, tetapi bisa memerlukan lebih dari 15 hari sampai semua pengguna yang memenuhi syarat melihatnya.

Akses fitur ini ditujukan untuk pelanggan tertentu, termasuk Google Workspace Business Standard dan Plus, Enterprise Standard dan Plus, Google AI Pro, Google AI Ultra, serta Google AI Pro for Education.

Daftar tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan baru ini diposisikan sebagai alat produktivitas premium. Fokusnya tampak jelas pada pengguna bisnis, organisasi besar, dan lingkungan pendidikan yang rutin membuat presentasi.

Di tengah semakin banyak layanan Google yang mendapat dukungan Gemini, pembaruan di Google Slides menjadi salah satu yang paling terasa manfaatnya. Bukan karena sekadar menambah elemen AI, melainkan karena langsung memangkas pekerjaan yang paling repetitif saat menyusun presentasi.

Source: www.androidauthority.com
Berita Terbaru