Tunguska Mengguncang Siberia, Ledakan Langit Ini Masih Diperdebatkan

Author: Redaksi Android62

Ledakan Tunguska menjadi salah satu peristiwa paling misterius dalam sejarah modern karena tidak meninggalkan kawah besar, tetapi sanggup meratakan hutan dalam skala luas. Diperkirakan sekitar 80 juta pohon tumbang di area lebih dari 2.000 kilometer persegi.

Peristiwa itu terjadi pada 30 Juni 1908 di kawasan Sungai Podkamennaya Tunguska, Siberia, Rusia. Pada pukul 07.17 waktu setempat, langit mendadak terang sebelum dentuman besar dan gelombang kejut mengguncang wilayah di bawahnya.

Warga di Desa Kezhemskoe menggambarkan suara awal ledakan itu seperti deru angin kencang. Dalam hitungan detik, bunyi tersebut berubah menjadi suara mengerikan seperti tembakan senjata dan tabrakan benda raksasa yang nyaris memecahkan gendang telinga selama beberapa menit.

Dugaan Meteor dan Teori yang Muncul

Getaran ledakan tidak hanya dirasakan di lokasi kejadian, tetapi juga tercatat oleh sejumlah stasiun meteorologi di Eropa. Mereka merekam gelombang tekanan atmosfer dan aktivitas seismik yang tidak biasa, sementara beberapa surat kabar kala itu sempat menduga ada aktivitas vulkanik besar.

Kepanikan warga juga dipengaruhi ingatan terhadap letusan Gunung Krakatau pada 1883. Banyak orang di Siberia khawatir bencana serupa kembali terjadi setelah mendengar suara ledakan dari langit yang diikuti dampak besar di permukaan tanah.

Beruntung, pusat ledakan berada di wilayah hutan terpencil sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Meski begitu, kerusakan yang ditinggalkan sangat luas dan memicu rasa ingin tahu para ilmuwan selama puluhan tahun.

Pada 1927, ahli mineral Rusia Leonid Alexejewitsch Kulik memimpin ekspedisi ke lokasi ledakan untuk mencari sisa kawah dan serpihan benda. Ia menduga peristiwa itu disebabkan oleh meteor yang jatuh ke Bumi.

Hasil pencarian justru menambah misteri karena Kulik tidak menemukan kawah besar maupun sisa meteor. Yang terlihat hanyalah hamparan hutan yang rata dengan tanah serta beberapa lubang kecil yang diduga berasal dari pecahan ledakan.

Dari situ, berbagai teori pun bermunculan. Sebagian pihak meyakini penyebabnya adalah meteor yang meledak di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi, sementara yang lain menyebut komet sebagai sumbernya.

Penjelasan NASA dan Besarnya Energi Ledakan

NASA melalui situs resminya menyebut Ledakan Tunguska disebabkan meteor yang meledak di atmosfer. Benda langit itu disebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 54.000 kilometer per jam sebelum pecah pada ketinggian sekitar 8,5 kilometer.

Ledakan tersebut diperkirakan melepaskan energi sekitar 15 megaton TNT. Besarnya hampir 1.000 kali lebih kuat dibanding bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 1945.

Meski lebih dari seabad telah berlalu, Ledakan Tunguska masih menyisakan banyak tanda tanya. Hingga kini, tidak ditemukan serpihan benda langit di sekitar lokasi, dan dunia memperingati peristiwa itu sebagai Hari Asteroid Internasional.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru