Biaya pengisian daya iCAR V23 untuk pemakaian 30 kilometer per hari disebut hanya sekitar Rp 153 ribu per bulan. Pada jarak yang sama, mobil bensin bisa membutuhkan sekitar Rp 1,218 juta per bulan untuk bahan bakar.
Selisih itu membuat iCAR V23 terlihat menonjol di tengah naiknya harga BBM non-subsidi. Dari sisi energi saja, penghematan bulanan yang berpotensi diraih mencapai sekitar Rp 1,06 juta.
Selisih yang makin besar dalam setahun
Jika dihitung selama satu tahun, biaya energi iCAR V23 diperkirakan sekitar Rp 1,836 juta. Sementara itu, mobil bensin untuk jarak tempuh serupa dapat menghabiskan sekitar Rp 14,625 juta per tahun.
Artinya, pengguna iCAR V23 berpotensi menghemat sekitar Rp 12,8 juta setiap tahun. Bagi konsumen yang memakai mobil untuk mobilitas harian, angka ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam biaya kepemilikan jangka panjang.
Bedanya terasa lebih jelas dalam lima tahun
Dalam periode lima tahun, biaya bahan bakar mobil bensin bisa mencapai Rp 73,125 juta. Adapun biaya pengisian daya iCAR V23 hanya sekitar Rp 9,18 juta pada periode yang sama.
Dengan skenario tersebut, selisih pengeluaran yang bisa dihemat mencapai sekitar Rp 63,9 juta. Perhitungan ini memperlihatkan bahwa efisiensi energi menjadi daya tarik besar dari SUV listrik tersebut.
Desain boxy dan ruang personalisasi
Selain hemat biaya operasional, iCAR V23 juga hadir dengan desain boxy yang terinspirasi kendaraan off-road. Karakter itu membuat tampilannya tangguh dan mudah dikenali di jalan.
Model ini juga menawarkan ruang personalisasi yang luas lewat berbagai opsi kustomisasi. Karena itu, iCAR V23 tidak hanya disiapkan untuk mobilitas perkotaan, tetapi juga untuk aktivitas rekreasi dan petualangan akhir pekan.
Kombinasi antara efisiensi biaya, desain bergaya off-road, dan fleksibilitas kustomisasi menjadikan iCAR V23 menarik untuk dilihat lebih dekat. Di tengah tren elektrifikasi, perhitungan biaya penggunaan jangka panjang bisa menjadi faktor penentu bagi calon pembeli.
