Biaya Implan Otak Bisa Tembus Ratusan Juta, Risiko Peretasan Ikut Membayangi Pasien

Author: Redaksi Android62

Biaya, keamanan data saraf, dan risiko fisik kini ikut membayangi harapan besar pada implan otak. Teknologi ini memang menjanjikan bantuan bagi pasien lumpuh dan penyintas stroke untuk berbicara atau bergerak, tetapi para peneliti menilai celah peretasan dan persoalan medisnya tidak bisa diabaikan.

Implan otak bekerja melalui antarmuka otak-komputer atau brain-computer interface (BCI), yaitu sistem yang menangkap sinyal listrik dari otak lalu menerjemahkannya menjadi perintah yang dapat dibaca komputer. Dari proses itu, pengguna dapat mengubah teks menjadi suara, menggerakkan kursor, mengendalikan kursi roda, atau menjalankan instruksi digital hanya lewat aktivitas otak.

Dua jalur pengembangan BCI

Pengembangan BCI terbagi ke dalam dua kelompok besar. Sistem non-invasif ditempatkan di luar tubuh dan biasanya memakai headset EEG untuk mengukur aktivitas otak.

Berbeda dari itu, sistem invasif ditanam lewat operasi di permukaan otak. Jenis ini diarahkan untuk membantu memulihkan kemampuan berbicara dan bergerak setelah stroke atau cedera sumsum tulang belakang.

Justru kelompok implan invasif inilah yang paling menarik perhatian peneliti dan investor. Sejumlah perusahaan seperti Blackrock Neurotech, Synchron yang berbasis di Australia, dan Neuralink milik Elon Musk ikut mengembangkan teknologi tersebut.

Meski minatnya besar, aturan yang berlaku saat ini masih membatasi penggunaan implan itu hanya untuk segelintir peserta uji klinis di seluruh dunia. Di saat yang sama, pasar global BCI diperkirakan naik dari sedikit di bawah US$3 miliar saat ini menjadi sekitar US$14 miliar pada 2033.

Manfaat yang mulai terlihat

Dorongan pengembangan teknologi ini datang dari kebutuhan medis yang sangat besar. Lebih dari 3 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan neurologis yang dapat memengaruhi gerak, komunikasi, atau fungsi sensorik, termasuk epilepsi, Parkinson, stroke, cerebral palsy, dan cedera otak traumatis.

Salah satu hasil yang paling menonjol terlihat pada komunikasi. Studi 2023 yang dikutip The Conversation menunjukkan pasien lumpuh yang memakai BCI mampu berkomunikasi hingga 78 kata per menit, naik dari 15 kata per menit pada 2021.

Pemakaian BCI juga tidak hanya terbatas pada pasien yang kesulitan berbicara atau bergerak. Teknologi ini dipakai di ruang operasi untuk memetakan aktivitas otak saat prosedur rumit agar dokter tidak merusak area penting.

Para peneliti juga tengah menguji potensi BCI dalam gangguan tidur dan rehabilitasi. Jika pengembangan itu berhasil, diagnosis dan rencana perawatan bisa menjadi lebih tepat.

Risiko medis dan ancaman digital

Di balik manfaat tersebut, implan otak membawa risiko fisik yang nyata. Perangkat ini dapat memicu perdarahan, infeksi, peradangan, dan pembentukan jaringan parut seiring waktu.

Masalah lain muncul dari sisi digital. Sebuah studi terbaru memunculkan kemungkinan bahwa peretas dapat mengakses data saraf pribadi atau mengganggu pikiran dan gerakan, sehingga keamanan siber kini ikut menjadi isu kesehatan otak.

Biaya juga masih menjadi penghalang besar. Menurut The Conversation, harga implan berada di kisaran US$50.000 hingga US$140.000 sebelum perawatan berkelanjutan, sehingga masih jauh dari jangkauan kebanyakan orang.

Pertanyaan tentang privasi dan pengawasan

Dengan makin dekatnya teknologi ini ke layanan kesehatan, peneliti dan pembuat kebijakan mulai bergulat dengan isu privasi serta keamanan data saraf. Beberapa yurisdiksi di Amerika Serikat sudah berupaya melindungi data tersebut lewat hukum, tetapi celah regulasi besar masih ada.

Karena itu, pasien dan keluarga dianjurkan mengajukan pertanyaan penting sebelum memilih teknologi ini. Hal yang perlu dipahami antara lain apakah perangkat tersebut invasif atau non-invasif, bagaimana perawatan jangka panjangnya, bagaimana data otak disimpan, dan apakah teknologi itu digunakan dalam uji klinis yang diatur.

Para ilmuwan juga menilai masih dibutuhkan lebih banyak riset independen tentang dampak fisik dan psikologis jangka panjang dari implan permanen. Mereka menekankan bahwa pendanaan publik bisa membantu teknologi ini berkembang lebih aman dan lebih mudah diakses.

Berita Terbaru