Biaya Internet Indonesia Tetap Kompetitif, Peringkat 12 Dunia dan Kedua di Asia Tenggara

Author: Redaksi Android62

Indonesia masuk ke posisi ke-12 negara dengan internet termurah di dunia menurut laporan Global Broadband Price League 2026. Di kawasan Asia Tenggara, tarif fixed broadband Indonesia juga berada di urutan kedua termurah, sehingga posisinya terlihat cukup kuat dibanding banyak negara tetangga.

Harga rata-rata internet tetap di Indonesia tercatat US$10,66 atau sekitar Rp183.000 per bulan. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan akses broadband yang masih relatif terjangkau, terutama di tengah kebutuhan internet yang terus meningkat untuk belajar, bekerja, dan layanan digital.

Posisi Indonesia di Asia Tenggara

Di tingkat regional, Indonesia hanya berada satu peringkat di bawah Vietnam. Negara tersebut tercatat memiliki tarif rata-rata fixed broadband US$10,24 atau sekitar Rp175.000 per bulan, selisihnya sangat tipis dari Indonesia.

Di bawah Indonesia, jarak harga mulai terlihat lebih lebar. Myanmar mencatat rata-rata US$20,12 atau Rp345.000 per bulan, sedangkan Kamboja berada di US$30 atau Rp515.000 per bulan.

Singapura juga masuk dalam daftar dengan tarif rata-rata US$30,74 atau Rp528.000 per bulan. Filipina tercatat US$34,16 atau Rp586.000, sementara Malaysia berada di kisaran US$37,98 atau Rp652.000 per bulan.

Gambaran di skala global

Jika daftar diperluas ke level dunia, Indonesia tetap menunjukkan daya saing yang kuat. Peringkat ke-12 menempatkan Indonesia di kelompok negara dengan internet tetap yang tergolong murah, meski belum masuk jajaran lima besar.

Vietnam kembali berada di atas Indonesia, kali ini pada posisi ke-11 secara global. Susunan ini memperlihatkan bahwa harga broadband di Indonesia masih berada dalam kelompok yang kompetitif secara internasional.

Kondisi tersebut penting karena akses internet kini menjadi bagian dari kebutuhan harian. Biaya yang lebih rendah memberi peluang lebih besar bagi masyarakat untuk terhubung secara rutin tanpa beban tarif yang terlalu tinggi.

Negara-negara dengan tarif paling murah

Di puncak daftar global, Iran berada di posisi pertama dengan tarif fixed broadband rata-rata US$2,61 atau sekitar Rp44.000 per bulan. Laporan itu menyebut nilai tukar rial yang lemah terhadap dolar AS ikut membuat harga internet Iran terlihat sangat murah.

Selain faktor kurs, Iran juga disebut mendapat dukungan subsidi pemerintah pada infrastruktur internetnya. Laporan tersebut juga menyinggung Jaringan Informasi Nasional atau NIN, yaitu intranet yang dikelola negara dan beroperasi terpisah dari internet global.

Setelah Iran, Ukraina menempati urutan kedua dengan tarif US$5,35 atau sekitar Rp91.000 per bulan. Di bawahnya ada Ethiopia dengan US$6,46, Bangladesh US$7,38, dan Mongolia US$7,41.

Makna bagi akses digital di Indonesia

Peringkat Indonesia di urutan ke-12 dunia memberi sinyal bahwa biaya internet domestik masih berada pada level yang bersaing. Dalam konteks kawasan, posisi ini juga menegaskan bahwa Indonesia lebih murah dibanding sebagian besar negara Asia Tenggara yang tercantum dalam daftar.

Selisih harga yang cukup jauh dengan negara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Kamboja, dan Myanmar menunjukkan adanya ruang keterjangkauan yang baik. Dengan tarif rata-rata US$10,66 per bulan, Indonesia masih termasuk negara yang relatif ramah bagi pengguna internet tetap.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru