Manchester United kembali merasakan bahwa pergantian pelatih bukan hanya soal arah permainan, tetapi juga soal biaya yang langsung menghantam keuangan klub. Pemecatan Ruben Amorim beserta staf kepelatihannya pada Januari lalu tercatat menelan dana 16,7 juta poundsterling atau sekitar Rp400 miliar.
Angka itu menjadi beban baru yang muncul di tengah pengeluaran besar lain yang sudah lebih dulu dikeluarkan klub. Sebelumnya, Manchester United juga harus membayar 14,5 juta poundsterling untuk mengakhiri kerja sama dengan Erik ten Hag dan timnya.
Beban pemutusan kontrak yang tidak kecil
Biaya untuk melepas Amorim tergolong besar karena kontraknya masih tersisa 18 bulan saat keputusan diambil. Manchester United memilih langkah itu setelah performa tim terus merosot dan posisi klub semakin terpuruk.
Nilai 16,7 juta poundsterling tersebut kini menjadi salah satu pos yang paling menonjol dalam laporan keuangan kuartalan terbaru klub. Situasi ini memperlihatkan bahwa kegagalan di lapangan bisa segera berubah menjadi pengeluaran besar di luar belanja operasional biasa.
Dampaknya terasa sampai neraca keuangan
Rangkaian pemecatan pelatih membuat proses pergantian di Old Trafford semakin mahal. Setiap keputusan untuk mengganti sosok di kursi pelatih kini ikut membebani stabilitas finansial klub.
Di sisi lain, perhatian publik tidak lagi hanya tertuju pada hasil pertandingan. Cara manajemen mengelola keputusan jangka pendek juga ikut disorot karena dampaknya langsung terlihat dalam laporan keuangan.
Ada sedikit kabar baik dari sisi pendapatan
Di tengah tekanan itu, Manchester United tetap mendapat dorongan dari perbaikan performa tim di bawah Michael Carrick. Hasil yang membaik memberi ruang napas bagi klub dan meningkatkan prospek pemasukan pada musim mendatang.
Carrick membawa Manchester United bangkit dari posisi ke-15 musim lalu hingga finis di peringkat ketiga Liga Inggris. Hasil itu juga memastikan tiket Liga Champions musim depan, yang memberi dampak positif bagi citra klub sekaligus potensi pendapatan.
Pendapatan masih campur aduk
Laporan keuangan yang sama menunjukkan pendapatan dari hak siar dan hari pertandingan tetap stabil. Kondisi ini memberi fondasi yang cukup baik meski klub sedang menanggung gejolak akibat pergantian pelatih.
Namun, sektor sponsor justru mengalami pelemahan. Pendapatan sponsor turun 9,4 persen menjadi 38,5 juta poundsterling setelah berakhirnya kerja sama sponsor perlengkapan latihan dengan Tezos.
Tekanan finansial belum mereda
Gabungan antara biaya pemecatan dan turunnya sebagian pendapatan membuat tekanan keuangan Manchester United masih terasa nyata. Klub harus menanggung konsekuensi dari sejumlah keputusan manajerial yang diambil dalam waktu berdekatan.
Meski begitu, perbaikan performa tim memberi harapan bahwa sebagian beban itu bisa ditopang oleh prestasi dan peningkatan pendapatan pada musim berikutnya. Untuk saat ini, biaya 16,7 juta poundsterling tetap menjadi pengingat bahwa keputusan di bangku pelatih kini ikut menentukan kesehatan keuangan Manchester United.
Source: www.suara.com