Biaya Tahunan BYD M6 Kini Melompat Ke Jutaan Rupiah, Varian Tertinggi Mendekati Rp8,8 Juta

Pajak tahunan BYD M6 kini sudah jauh dari kesan murah, karena simulasi terbaru menunjukkan angkanya berada di rentang Rp7,8 juta hingga Rp8,8 juta per tahun. Besaran itu berubah mengikuti varian, sehingga calon pembeli perlu melihat biaya kepemilikan secara lebih teliti sejak awal.

Pada varian standar 7 penumpang, pajak tahunannya diperkirakan sekitar Rp7,8 juta. Hitungan ini mengacu pada nilai jual kendaraan sekitar Rp383 juta yang dikenai Pajak Kendaraan Bermotor sekitar 2 persen, lalu ditambah komponen wajib lain.

Angka makin naik di varian lebih tinggi

Ketika naik ke varian Superior, beban pajaknya ikut terdorong ke kisaran Rp8,6 juta per tahun. Sementara itu, varian Superior Captain disebut bisa mencapai sekitar Rp8,8 juta per tahun.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pajak BYD M6 tidak lagi tampil seragam di level yang sangat rendah. Nilainya kini lebih mengikuti harga dan tipe kendaraan yang dipilih, sehingga selisih antarvarian menjadi lebih terasa.

Jauh berbeda dari masa insentif

Kondisi ini kontras dengan periode saat insentif masih berlaku. Saat itu, pemilik pada dasarnya hanya menanggung SWDKLLJ sekitar Rp143 ribu per tahun, sehingga biaya tahunannya terasa nyaris nol.

Perubahan skema membuat lonjakan biaya langsung terlihat besar. Pergeseran dari ratusan ribu rupiah ke jutaan rupiah menjadi alasan utama mengapa pajak BYD M6 kini ramai dicermati calon konsumen.

Mobil listrik kini masuk objek pajak kendaraan bermotor

Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan aturan yang membuat mobil listrik masuk sebagai objek Pajak Kendaraan Bermotor. Skema ini membuat perhitungannya lebih mendekati mobil konvensional, meski dalam beberapa kondisi masih bisa lebih ringan.

Karena itu, biaya kepemilikan tahunan tidak lagi bisa diasumsikan rendah begitu saja. Calon pembeli perlu menghitung pajak sejak awal agar gambaran biaya menjadi lebih realistis.

Tetap bersaing di kelas MPV keluarga

Meski pajaknya naik, BYD M6 belum otomatis kehilangan daya saing di segmennya. Di rentang harga Rp300 juta sampai Rp400 jutaan, MPV bensin umumnya juga memiliki pajak tahunan sekitar Rp6 juta hingga Rp9 jutaan, bahkan bisa lebih tinggi tergantung kapasitas mesin.

Artinya, biaya pajak BYD M6 masih berada di wilayah yang cukup sebanding dengan mobil keluarga lain di kelas serupa. Kenaikan ini memang menghapus kesan bebas beban, tetapi belum membuat biayanya keluar jauh dari pola umum kendaraan menengah.

Angka akhir bisa berbeda antarwilayah

Simulasi Rp7,8 juta sampai Rp8,8 juta tetap perlu dibaca sebagai gambaran umum tanpa subsidi penuh. Dalam praktiknya, angka yang dibayar pemilik bisa berbeda karena kebijakan pajak kendaraan di tiap daerah tidak selalu sama.

Jika daerah masih memberi keringanan, nominalnya dapat lebih rendah. Sebaliknya, jika insentif sudah tidak berlaku, biaya tahunan akan lebih dekat ke simulasi normal tersebut.

Selain pajak tahunan, biaya awal kepemilikan juga patut diperhitungkan. Artikel referensi menyinggung potensi penerapan kembali Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, yang pada masa insentif kerap bernilai nol persen, sehingga total biaya BYD M6 perlu dilihat secara menyeluruh bersama harga beli, biaya isi daya, dan administrasi daerah.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer