Slaven Bilic resmi kembali menukangi tim nasional Kroasia setelah Federasi Sepak Bola Kroasia mengambil keputusan untuk mengakhiri era panjang Zlatko Dalic. Pergantian ini langsung menarik perhatian karena terjadi usai Kroasia tersingkir dari Piala Dunia 2026 dan kini harus menatap babak baru tanpa sosok yang membangun tim selama hampir sembilan tahun.
Keputusan tersebut menempatkan Bilic pada tanggung jawab besar untuk menjaga posisi Vatreni tetap berada di level elite. Dengan reputasi yang sudah terbentuk sebagai pemain dan pelatih, ia kini diminta mengangkat kembali energi dan arah permainan tim nasional dalam fase transisi yang sensitif.
Bilic datang dengan pengalaman yang lebih matang
Bilic bukan nama baru bagi sepak bola Kroasia karena ia pernah memimpin tim nasional pada periode 2006 hingga 2012. Kembalinya ia ke kursi pelatih datang dengan modal pengalaman yang lebih luas, baik di level tim nasional maupun klub.
Dalam pernyataan resminya, Bilic menegaskan keyakinannya terhadap skuad yang ada dan menyebut tugas utamanya adalah membawa energi, ambisi, serta tekad agar Kroasia tetap berada di jajaran elite sepak bola dunia. Ia juga menyebut diri hadir sebagai pelatih yang lebih dewasa, tetapi tetap membawa motivasi yang sama untuk melihat Kroasia kuat, berani, dan sukses.
“Saya memiliki kepercayaan penuh pada pemain kami, dan merupakan tanggung jawab saya untuk membawa energi, ambisi, dan tekad guna memastikan Kroasia tetap berada di jajaran elit sepak bola dunia,” ujar Bilic.
“Saya merasa sangat siap untuk tantangan ini—sebagai pelatih yang lebih dewasa dan berpengalaman, namun dengan motivasi dan keinginan yang sama untuk melihat Kroasia tetap kuat, berani, dan sukses,” imbuhnya.
Rekam jejak yang membuatnya kembali dipercaya
Kepercayaan itu tidak lepas dari rekam jejak Bilic bersama Kroasia pada periode sebelumnya. Dari 65 pertandingan, ia mencatat 42 kemenangan, 15 hasil imbang, dan hanya 8 kekalahan.
| Statistik Periode Pertama Bilic | Jumlah |
|---|---|
| Total pertandingan | 65 |
| Kemenangan | 42 |
| Imbang | 15 |
| Kekalahan | 8 |
Sebagai pemain, Bilic juga pernah menjadi bagian dari generasi emas Kroasia yang mencapai semifinal Piala Dunia 1998 sebelum dihentikan Prancis. Selama membela negaranya, ia mengoleksi 44 penampilan internasional.
Di level klub, pelatih berusia 55 tahun itu memiliki pengalaman panjang, terutama di Inggris. Ia pernah menangani West Ham United, West Bromwich Albion, dan Watford sebelum melanjutkan karier ke Arab Saudi.
Tugas terakhir Bilic sebelum kembali ke tim nasional adalah melatih Al-Fateh pada musim 2023-2024. Mediaindonesia.com melaporkan bahwa kini Kroasia menunggu apakah pendekatan Bilic cukup untuk menjaga tim tetap kompetitif setelah kepergian Dalic.
Transisi besar setelah sembilan tahun bersama Dalic
Berakhirnya masa kerja Dalic menandai perubahan penting dalam arah sepak bola Kroasia. Selama hampir sembilan tahun, ia menjadi sosok sentral yang membangun struktur dan identitas tim nasional.
Karena itu, penunjukan Bilic tidak hanya dipahami sebagai pergantian pelatih, tetapi juga sebagai upaya mempertahankan standar yang sudah dibangun sebelumnya. Publik Kroasia kini menunggu bagaimana langkah awal Bilic dalam merangkai ulang kekuatan tim nasional di bawah beban ekspektasi yang tinggi.
Source: mediaindonesia.com






