Biosolar Bikin Mitsubishi Kuda Diesel Makin Masuk Akal, Mobil Keluarga Rp60 Jutaan yang Hemat Jalan

Author: Redaksi Android62

Mitsubishi Kuda diesel masih punya tempat tersendiri di pasar mobil bekas karena ongkos pakainya bisa ditekan cukup jauh. Dengan dana sekitar Rp60 jutaan, model ini sering dilihat sebagai pilihan masuk akal bagi keluarga yang ingin mobil 7-penumpang tanpa beban bahan bakar setinggi diesel modern.

Yang membuatnya menonjol bukan hanya harga beli, tetapi juga jenis mesin yang dipakai. Kuda diesel mengandalkan 4D56 2.477 cc, mesin 4 silinder SOHC dengan sistem indirect injection yang dikenal tangguh dan lebih bersahabat dengan solar berkualitas rendah.

Biaya harian jadi daya tarik utama

Di tengah harga solar nonsubsidi yang masih tinggi, selisih biaya bahan bakar menjadi pertimbangan besar. Dexlite berada di Rp26.000 per liter, Pertamina Dex Rp27.900 per liter, sementara Biosolar disebut Rp6.800 per liter, sehingga perbedaan pengeluaran terasa nyata bagi pemakaian rutin.

Dengan asumsi jarak tempuh 1.200 km per bulan dan konsumsi rata-rata 10 km per liter, kebutuhan solar Kuda sekitar 120 liter per bulan. Jika memakai Biosolar, biaya BBM ada di kisaran Rp816.000 per bulan, sedangkan penggunaan Dexlite bisa mencapai Rp3.120.000.

Selisihnya mencapai Rp2.304.000 per bulan. Dalam setahun, penghematan itu mendekati Rp27,6 juta dan angka tersebut membuat Kuda diesel terlihat menarik untuk pengguna yang menghitung biaya operasional secara ketat.

Mesin sederhana, karakter tidak mewah

Banyak orang menyebut Kuda sebagai semacam “Pajero Sport versi rakyat” karena basis mesinnya masih satu keluarga. Namun, versi yang dipakai Kuda dibuat lebih sederhana dan tidak mengejar performa tinggi.

Tenaganya ada di kisaran 73 PS atau 84 HP pada generasi akhir, dengan torsi puncak 143-165 Nm. Untuk bodi MPV 7-penumpang, angka itu memang bukan yang paling besar, tetapi karakter seperti ini masih dianggap cukup oleh banyak pembeli mobil bekas yang lebih mementingkan biaya pakai.

Konsumsi BBM-nya juga tergolong hemat untuk mesin 2.500 cc. Angka yang disebut berada di kisaran 8-10 km per liter dalam kota dan 12-14 km per liter di luar kota.

Harga bekas masih relatif ramah kantong

Di pasar mobil bekas, Mitsubishi Kuda diesel umumnya ditawarkan mulai Rp50 jutaan hingga Rp90 jutaan. Untuk unit tahun awal dengan kondisi standar, ada juga yang masih berada di sekitar Rp32 juta.

Dengan dana Rp60-75 juta, pembeli disebut sudah berpeluang mendapatkan unit yang siap pakai. Posisi harga ini membuat Kuda jauh lebih mudah dijangkau dibanding diesel modern, termasuk Pajero Sport bekas termurah bermesin 4D56 yang masih berada di kisaran Rp170 jutaan.

Nyaman untuk harian atau tidak?

Pertanyaan terbesarnya justru ada pada rasa berkendara sehari-hari. Mitsubishi Kuda diesel dikenal bandel, tetapi suara mesin dan getarannya tergolong besar, terutama saat idle.

Karakter seperti itu bisa terasa mengganggu bagi pengguna yang mengejar kenyamanan kabin. Akselerasinya juga tidak bisa dibilang spontan, sehingga pengemudi perlu lebih sabar saat menanjak atau menyalip dengan membawa bodi 7-penumpang.

Ada beberapa titik yang perlu diperiksa sebelum membeli. Risiko overheat bisa muncul jika sistem pendingin tidak terawat, sementara putaran mesin bisa tidak stabil saat AC menyala pada unit yang kondisinya kurang prima.

Radiator, water pump, dan sensor idle sebaiknya dicek lebih dulu. Uji jalan juga penting agar calon pembeli bisa merasakan langsung suara mesin, getaran, dan respons mobil sebelum memutuskan transaksi.

Boleh minum Biosolar, tapi perawatan tidak boleh longgar

Kemampuan memakai Biosolar memang jadi alasan besar Kuda diesel kembali dilirik. Sistem injeksi mekanis pada mesin ini lebih toleran terhadap solar berkualitas rendah dibanding diesel modern bermesin common rail.

Namun, toleran bukan berarti bebas perawatan. Biosolar memiliki kadar sulfur hingga 2.500 ppm, sedangkan Dexlite ada di 300 ppm, sehingga risiko pengotoran filter solar dan kerak di ruang bakar tetap perlu diperhatikan.

Karena itu, filter solar disarankan diganti lebih sering, idealnya setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali. Pengurasan tangki secara berkala juga penting untuk membuang endapan, dan mobil sebaiknya tidak terlalu lama didiamkan dengan tangki penuh Biosolar karena dapat memicu pertumbuhan mikroba.

Di sisi lain, urusan servis masih menjadi nilai plus besar. Mesin 4D56 sudah lama beredar di Indonesia, suku cadangnya melimpah, dan banyak mekanik, termasuk bengkel kecil di daerah, yang memahami karakter mesinnya.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru