Bitcoin Masih Tertekan, Bittime Soroti Regulasi sebagai Penopang di Tengah Gejolak Pasar

Author: Redaksi Android62

Pasar kripto diperkirakan tetap berada di bawah tekanan berat pada semester II-2026, sementara Bitcoin masih dibayangi sentimen negatif dari ketegangan geopolitik, konflik regional, fluktuasi harga minyak mentah, dan arah kebijakan suku bunga bank sentral global.

Di tengah kondisi itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada langkah regulasi yang dinilai bisa menjadi penopang baru bagi industri aset digital. Bittime menilai kepastian hukum yang lebih jelas akan memperkuat kepercayaan investor dan memberi ruang bagi inovasi.

Bitcoin kehilangan lebih dari separuh nilai dari puncaknya

Tekanan pasar sebenarnya sudah terlihat sejak semester I-2026. Bitcoin tercatat turun lebih dari 30 persen secara year-to-date dan sempat jatuh di bawah 59.000 dollar AS.

Dibandingkan dengan puncaknya di kisaran 126.000 dollar AS pada Oktober tahun lalu, aset kripto terbesar di dunia itu sudah terkoreksi lebih dari 50 persen. Koreksi tersebut ikut menghapus kapitalisasi pasar lebih dari 2 triliun dollar AS dan membuat kinerjanya tertinggal dari saham AS, emas, serta minyak mentah pada periode yang sama.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan tekanan pasar tidak hanya datang dari faktor makroekonomi global. Ia menilai sebagian investor juga mulai mengalihkan minat ke sektor artificial intelligence atau AI.

Regulasi jadi fokus utama industri aset digital

Ryan melihat perkembangan regulasi sebagai salah satu fondasi terpenting bagi industri aset digital di tengah gejolak yang belum mereda. Menurut dia, aturan yang lebih pasti dapat membantu pasar bergerak lebih sehat dalam jangka panjang.

Di Eropa, penegakan penuh Markets in Crypto-Assets atau MiCA yang berlaku sejak 1 Juli 2026 menjadi tonggak baru dalam standardisasi regulasi. Sementara itu, di Amerika Serikat, pelaku industri menaruh harapan pada pembahasan The Digital Asset Market Clarity Act atau Clarity Act untuk menghadirkan kepastian hukum yang lebih tegas.

Indonesia juga bergerak di arah yang sama melalui revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU PPSK. Selain itu, POJK Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan dinilai memperkuat transparansi dan perlindungan investor dari pengaruh influencer maupun key opinion leader atau KOL.

Dalam keterangan resmi pada Jumat (3/7/2026), Ryan menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih akan memengaruhi pasar kripto. Namun, ia menilai perkembangan regulasi di berbagai negara tetap memberi kepastian yang dibutuhkan industri sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Ia menambahkan, regulasi yang matang memang tidak otomatis membuat pasar langsung bullish. Meski begitu, aturan yang jelas dapat membantu membangun ekosistem yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.

Bittime dorong produk di tengah tekanan pasar

Di saat pasar masih bergejolak, Bittime meluncurkan fitur flexible staking untuk Tokenized US Stocks. Perusahaan menyebut langkah ini menjadikan Bittime sebagai exchange aset kripto berlisensi pertama di Indonesia yang menyediakan layanan tersebut.

Melalui Tokenized US Stocks, pengguna bisa mendapatkan eksposur terhadap saham perusahaan teknologi global dalam bentuk aset digital. Beberapa yang disebut adalah NVDAX, METAX, GOOGLX, dan AAPLX, yang terkait dengan sektor artificial intelligence atau AI.

Lewat mekanisme flexible staking di platform Bittime, nasabah dapat memperoleh reward hingga 7 persen Annual Percentage Rate atau APR sesuai ketentuan yang berlaku. Berbeda dari dividen saham konvensional yang umumnya dibagikan per kuartal atau tahunan, reward staking ini dibayarkan setiap hari tanpa lock-up sehingga pengguna tetap bisa mengelola aset kapan saja.

Ryan mengingatkan investor agar tetap disiplin dalam mengelola risiko dan fokus pada tujuan investasi jangka panjang. Menurut dia, semester kedua masih akan dipenuhi tantangan, tetapi regulasi yang makin matang bisa membantu industri aset digital bergerak ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Berita Terbaru